Utusan Pemkab Parigi Moutong belajar SPBE di Diskominfo-SP Gowa
Kamis, 7 November 2024 1:12 WIB
Sekretaris Diskominfo Gowa Widiah Restuti Hasan saat menerima kunjungan dari Diskominfo Parigi Moutong untuk belajar atau studi tiru terkait SPBE Gowa, Rabu (6/11/2024). ANTARA/HO/Pemkab Gowa
Gowa (ANTARA) - Utusan dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah melakukan studi tiru atau belajar proses integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sekretaris Diskominfo-SP Kabupaten Parigi Moutong Hary Rusadi di Gowa, Rabu, menyampaikan tujuan kunjungannya di Gowa untuk menambah wawasan serta ingin mengetahui lebih dalam pengelolaan SPBE yang diterapkan oleh Dinas Kominfo SP Gowa.
“Kami ingin melihat dan belajar bagaimana cara pengelolaan SPBE yang ada di Gowa serta kiat-kiat apa saja yang telah dilakukan Diskominfo Kabupaten Gowa dalam meningkatkan nilai SPBE nya,” katanya.
Sekretaris Diskominfo-SP Kabupaten Gowa Widiah Restuti Hasan yang menerima kunjungan dari rombongan Diskominfo Parigi Moutong mengucapkan selamat datang dan rasa terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan dipilihnya Gowa menjadi wilayah terkait SPBE.
“Terima kasih atas kunjungannya dan kepercayaannya kepada kami, ini merupakan momentum untuk kita saling belajar dan bertukar informasi terkait penyelenggaraan SPBE di daerah masing-masing,” katanya.
Widiah mengungkapkan Indeks SPBE Kabupaten Gowa pada tahun 2019 berada di angka 1,72 dan di tahun 2021 terjadi penurunan di angka 1,36 yang sifatnya masih kurang dan mulai berbenah di tahun 2023 sehingga terjadi peningkatan nilai indeks SPBE 2,7.
“Alhamdulillah, kemarin Bupati kami terpilih menjadi salah satu yang menerima penghargaan di Istana Negara. Walaupun kategorinya masih baik dengan 2,7 indeksnya, tapi karena terjadi peningkatan yang signifikan sampai 98,53 persen, makanya diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa beberapa minggu yang lalu pihaknya sudah melakukan penilaian untuk SPBE. Untuk penilaian mandiri dokumennya itu sementara di angka 3,15.
“Kami berharap nilai ini akan bertambah, karena ada beberapa dokumen yang kami perbaharui ekspektasinya itu kami bisa lebih lagi dari angka yang disebutkan seperti itu,” tutur dia.
Terkait kebijakan SPBE di kabupaten Gowa, ia menyebut regulasinya hampir sama dengan kabupaten lainnya.
Menurut dia, ketika berbicara SPBE mesti ada kebijakan dan aturan yang menjadi salah satu indikator penilaian.
“Jadi harus ada SK-nya, ada surat edarannya, yang mana ini semua yang menjadi salah satu indikator penilaian yang ada di domain kebijakan,” terang dia.
Dia pun berharap hasil kunjungan kerja ini bisa bermanfaat bagi Kabupaten Parigi Moutong maupun Kabupaten Gowa, serta terus dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik.
Sekretaris Diskominfo-SP Kabupaten Parigi Moutong Hary Rusadi di Gowa, Rabu, menyampaikan tujuan kunjungannya di Gowa untuk menambah wawasan serta ingin mengetahui lebih dalam pengelolaan SPBE yang diterapkan oleh Dinas Kominfo SP Gowa.
“Kami ingin melihat dan belajar bagaimana cara pengelolaan SPBE yang ada di Gowa serta kiat-kiat apa saja yang telah dilakukan Diskominfo Kabupaten Gowa dalam meningkatkan nilai SPBE nya,” katanya.
Sekretaris Diskominfo-SP Kabupaten Gowa Widiah Restuti Hasan yang menerima kunjungan dari rombongan Diskominfo Parigi Moutong mengucapkan selamat datang dan rasa terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan dipilihnya Gowa menjadi wilayah terkait SPBE.
“Terima kasih atas kunjungannya dan kepercayaannya kepada kami, ini merupakan momentum untuk kita saling belajar dan bertukar informasi terkait penyelenggaraan SPBE di daerah masing-masing,” katanya.
Widiah mengungkapkan Indeks SPBE Kabupaten Gowa pada tahun 2019 berada di angka 1,72 dan di tahun 2021 terjadi penurunan di angka 1,36 yang sifatnya masih kurang dan mulai berbenah di tahun 2023 sehingga terjadi peningkatan nilai indeks SPBE 2,7.
“Alhamdulillah, kemarin Bupati kami terpilih menjadi salah satu yang menerima penghargaan di Istana Negara. Walaupun kategorinya masih baik dengan 2,7 indeksnya, tapi karena terjadi peningkatan yang signifikan sampai 98,53 persen, makanya diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa beberapa minggu yang lalu pihaknya sudah melakukan penilaian untuk SPBE. Untuk penilaian mandiri dokumennya itu sementara di angka 3,15.
“Kami berharap nilai ini akan bertambah, karena ada beberapa dokumen yang kami perbaharui ekspektasinya itu kami bisa lebih lagi dari angka yang disebutkan seperti itu,” tutur dia.
Terkait kebijakan SPBE di kabupaten Gowa, ia menyebut regulasinya hampir sama dengan kabupaten lainnya.
Menurut dia, ketika berbicara SPBE mesti ada kebijakan dan aturan yang menjadi salah satu indikator penilaian.
“Jadi harus ada SK-nya, ada surat edarannya, yang mana ini semua yang menjadi salah satu indikator penilaian yang ada di domain kebijakan,” terang dia.
Dia pun berharap hasil kunjungan kerja ini bisa bermanfaat bagi Kabupaten Parigi Moutong maupun Kabupaten Gowa, serta terus dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa dangkal magnitudo 4,7 guncang Parigi Moutong dan tak berpotensi tsunami
04 September 2025 11:01 WIB
Kemenhut hentikan tambang emas ilegal di kawasan HPT Parigi Moutong Sulteng
14 August 2025 15:40 WIB
Jalan Trans Sulawesi Sausu-Poso kembali pulih setelah terputus akibat banjir bandang
09 June 2025 19:43 WIB
Pemkab Parigi Moutong imbau warga tenang pascagempa magnitudo 6,1 pada Selasa malam
29 January 2025 6:28 WIB, 2025
PTTUN Makassar kabulkan gugatan paslon Amrullah-Ibrahim di Pilkada Parimo 2024
29 October 2024 7:25 WIB, 2024
BMKG: Getaran gempa magnitudo 4,4 di Donggala timbul akibat aktivitas sesar lokal
01 March 2024 7:30 WIB, 2024
Polisi dan Tim SAR evakuasi korban mobil masuk jurang di Kebun Kopi Sulteng
16 August 2023 6:06 WIB, 2023
BMKG : Gempa magnitudo 5,2 di Parigi Moutong terjadi akibat aktivitas sesar aktif
06 August 2023 14:26 WIB, 2023