Jalan Seokarno Hatta Mamuju Alami Penyempitan
Sabtu, 4 Oktober 2014 23:23 WIB
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Jalan Soekarno Hatta di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, mengalami penyempitan karena pemerintah di Mamuju dianggap tidak konsisten mempertahankan lebar jalan yang menjadi jalan Trans Sulawesi itu.
"Lebar jalan Soekarno Hatta yang melintas di Kota Mamuju sebelumnya mencapai 30 meter, namun karena pemerintah tidak konsisten dalam menjaga lebarnya maka jalan itu kemudian menyempit," kata Kepala Bidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Sulbar, Amram di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, jalan itu menyempit karena perencanaan pemerintah di Mamuju dalam membangun drainase tidak menyesuaikan dengan kondisi lebar jalan.
"Pemerintah membangun drainase pada sebagian badan jalan sehingga jalan menyempit dan lebarnya kini hanya 18 meter, dan kini lebih parah lagi karena warga membangun pemukiman di sisi jalan juga sudah mengambil badan jalan," katanya.
Menurut dia, seharusnya pemerintah di Mamuju melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mamuju merencanakan pembangunan drainase dengan matang agar jalan tidak menjadi sempit, kondisi itu akan membuat jalan tersebut sudah tidak layak dilalui kendaraan melintas di masa mendatang.
"Diperkirakan jalan itu akan menimbulkan kemacetan ketika Kota Mamuju yang sudah menjadi ibukota Provinsi Sulbar semakin padat, karena sudah menyempit" katanya.
Ia berharap penyempitan jalan Soekarno Hatta dapat diperhatikan pemerintah di Mamuju dan diperlebar agar kelak jalan itu tetap layak menjadi jalan trans sulawesi melintas di Kota Mamuju menghubungkan antara sejumlah Kabupaten dan Provinsi. FC Kuen
"Lebar jalan Soekarno Hatta yang melintas di Kota Mamuju sebelumnya mencapai 30 meter, namun karena pemerintah tidak konsisten dalam menjaga lebarnya maka jalan itu kemudian menyempit," kata Kepala Bidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Sulbar, Amram di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, jalan itu menyempit karena perencanaan pemerintah di Mamuju dalam membangun drainase tidak menyesuaikan dengan kondisi lebar jalan.
"Pemerintah membangun drainase pada sebagian badan jalan sehingga jalan menyempit dan lebarnya kini hanya 18 meter, dan kini lebih parah lagi karena warga membangun pemukiman di sisi jalan juga sudah mengambil badan jalan," katanya.
Menurut dia, seharusnya pemerintah di Mamuju melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mamuju merencanakan pembangunan drainase dengan matang agar jalan tidak menjadi sempit, kondisi itu akan membuat jalan tersebut sudah tidak layak dilalui kendaraan melintas di masa mendatang.
"Diperkirakan jalan itu akan menimbulkan kemacetan ketika Kota Mamuju yang sudah menjadi ibukota Provinsi Sulbar semakin padat, karena sudah menyempit" katanya.
Ia berharap penyempitan jalan Soekarno Hatta dapat diperhatikan pemerintah di Mamuju dan diperlebar agar kelak jalan itu tetap layak menjadi jalan trans sulawesi melintas di Kota Mamuju menghubungkan antara sejumlah Kabupaten dan Provinsi. FC Kuen
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Kemenkum Sulbar beri perlindungan hukum dengan bantu daftarkan hak cipta 12 buku
27 January 2026 16:27 WIB
Ditlantas Polda Sulbar bangun budaya tertib lalu lintas lewat BTH dari sekolah
26 January 2026 17:40 WIB
Kemenkum dan Kemenham Sulbar sinergi perkuat perlindungan kekayaan intelektual
24 January 2026 18:43 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB