Makassar (ANTARA) - Sebanyak 27 armada Bus Trans Sulsel resmi beroperasi setelah diluncurkan secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di kawasan CPI Makassar, Senin.
Puluhan armada bus ini akan melayani transportasi masyarakat di area Mamminasata (Makassar, Sungguminasa atau Gowa dan Takalar) secara gratis sampai waktu yang belum ditentukan.
"Sekarang masih disubsidi, nanti pelan-pelan kita lihat animo masyarakat dan kemudian diberlakukan pembayaran secara smooth transisi supaya tidak memberatkan masyarakat," ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman pada peluncuran Bus Trans Sulsel di Makassar, Senin.
Pemprov Sulsel menyiapkan dua koridor untuk puluhan armada ini, termasuk mengaktivasi koridor yang sempat berhenti beroperasi. Koridor 1 meliputi dari Panakkukang Makassar-Pelabuhan Takalar dan koridor 2 dari Unhas hingga Bandara Sultan Hasanuddin yang terkoneksi dengan stasiun kereta api.
Kendati gratis, Pemprov Sulsel tetap akan melakukan evaluasi secara simultan terkait pemungutan tarif transportasi Bus Trans Sulsel ke depan. Apalagi armada ini juga disiapkan untuk bisa melayani berbagai daerah lain di Sulsel, maka dari itu diberi nama Bus Trans Sulsel
"Jadi ke depan kita mau terintegrasi tapi kita mulai dulu dari Mamminasata, baru kabupaten kota lainnya, kemudian jika sudah ada nanti bagian laut, udara juga terkoneksi," tambah Andi Sudirman.
Menurut dia, harus ada rencana jangka panjang terhadap program Bus Trans Sulsel agar masyarakat lebih dekat dengan transportasi umum. Seperti pada salah satu provinsi yang mengeluarkan kebijakan agar tenaga ASN menyiapkan satu hari untuk menggunakan transportasi umum.
Sehingga, ke depan, lanjut Gubernur Sulsel, akan ada berbagai stimulan yang disiapkan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Seperti menyiapkan transportasi lewat Bus Trans Sulsel untuk anak sekolah yang tidak mampu.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo menyebut 27 armada ini akan beroperasi di dua koridor dengan masing-masing jumlah armada 13 unit dan 1 lainnya untuk cadangan.
"Untuk sementara ini subsidinya sebesar Rp16 miliar untuk dua koridor per tahun," tambahnya.
Pengoperasian Bus Trans Sulsel dengan subsidi Kementerian Perhubungan akan berlangsung hingga 2026, sehingga setelah masa itu berakhir, kemungkinan disubsidi oleh kementerian secara otomatis akan berhenti.
"Secara otomatis nanti akan diserahkan kepada Provinsi Sulsel untuk mengambil alih," kata dia.