
Trans Sulsel resmi ambil alih layanan Teman Bus, ini tanggapan warga

Makassar (ANTARA) - Penggunaan transportasi umum di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi publik semakin tinggi sejak hadirnya Trans Sulsel, layanan bus modern yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulsel.
Trans Sulsel pertama kali diluncurkan pada Juli 2024 dengan 27 unit armada bus. Layanan ini menggantikan program Teman Bus (Trans Mamminasata) yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Pada tahap awal, Trans Sulsel melayani dua koridor utama, yaitu Panakukkang Square–Pelabuhan Galesong (Koridor 1) dan Unhas Tamalanrea–Stasiun Mandai (Koridor 2). Sementara itu, satu koridor lainnya, yakni Unhas Tamalanrea–Teknik Unhas Gowa (Koridor 5), sempat masih dioperasikan oleh Teman Bus.
Baca juga: Bus Trans Sulsel gantikan operasional Teman Bus
Mulai 12 Januari 2026, Trans Sulsel resmi mengambil alih seluruh koridor setelah layanan Teman Bus di Koridor 5 berhenti beroperasi pada 31 Desember 2025 akibat berakhirnya subsidi dari pemerintah pusat.
Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel kemudian melakukan uji coba layanan terbatas pada Koridor 5.
Uji coba dilakukan untuk melihat respons masyarakat sekaligus sebagai sarana sosialisasi operasional koridor baru.
Baca juga: Dua koridor Bus Trans Mamminasata berhenti beroperasi karena anggaran
Saat ini jumlah armada yang beroperasi masih terbatas, yakni tujuh unit dari total ideal 15 unit bus dan setelah masa uji coba berakhir, layanan Trans Sulsel akan mulai memberlakukan tarif. Namun, hingga kini uji coba belum berakhir alias masih gratis.
Meski sempat menuai pro dan kontra karena dianggap belum sepenuhnya siap dengan tingginya beban penumpang, Trans Sulsel terus berbenah.
Pihak pengelola melakukan pembaruan pada aplikasi layanan yang kini menyediakan berbagai fitur modern, seperti informasi rute dan jadwal, lokasi halte, posisi bus secara real-time, pengisian saldo kartu, serta informasi layanan lainnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan masyarakat.
Menurut Aslam, mahasiswa Universitas Hasanuddin di Gowa, kehadiran Trans Sulsel memberikan banyak manfaat.
“Menurut saya sangat positif, karena banyak peminatnya, apalagi mahasiswa. Dengan naik bus, kami bisa menghemat biaya transportasi, terlindung dari panas dan hujan, dan tentu bisa mengurangi kemacetan karena lebih sedikit kendaraan pribadi di jalan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Nurhidayanty Syair salah satu warga Makassar yang rutin menggunakan Trans Sulsel.
"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya bus ini, apalagi sekarang masih gratis. Jadi masyarakat kecil seperti saya bisa lebih mudah beraktivitas tanpa harus keluar biaya transportasi,” ungkap Nurhidayanty.
Pewarta : Maisyarah Djamade
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
