Logo Header Antaranews Makassar

SIEJ kampanye perlindungan lingkungan di Minahasa Utara

Sabtu, 7 Februari 2026 20:41 WIB
Image Print
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda (dua kanan), Ketua Umum SIEJ Joni Aswira Putra (kanan), Ketua SIEJ Sulut Finda Muhtar saat pembukaan Green Press Community (GPC) rangkaian RUA SIEJ di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (7/2/2026). (ANTARA/Darwin Fatir)

Minahasa Utara (ANTARA) - Organisasi The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia mengkampanyekan upaya pelestarian dan perlindungan lingkungan melalui kegiatan Green Press Community (GPC) 2026 dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"GPC hadir untuk membicarakan keberlangsungan bumi. Spiritnya adalah jurnalis, pemerintah, NGO, dan lainnya karena kita tidak mampu jika berjalan sendiri. Kita harus bahu membahu di tengah ancaman terhadap ekologi di depan mata kita," ujar Ketua Umum SIEJ Joni Aswira Putra di Minahasa Utara, Sabtu.

Kegiatan GPC di Sulut yang digelar pertama kali digelar di luar Pulau Jawa dihadiri masyarakat, jurnalis, akademisi, pegiat lingkungan, LSM, pelajar, dan pemerintah setempat. Kegiatan tersebut disambut antusias peserta dari lokal maupun yang datang dari luar daerah.

Tema yang diusung GPC tahun ini yakni 'Jurnalisme Melindungi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil'. Pertemuan tersebut membuka perspektif dan kesadaran seluruh masyarakat bahwa Sulawesi Utara adalah wilayah kepulauan yang dominan wilayahnya adalah pesisir.

Sementara itu, Indonesia saat ini, kata Aswira, menghadapi ancaman-ancaman kerusakan lingkungan yang nyata di berbagai daerah. Seperti bencana Sumatera, sebagai dampak perubahan iklim. Bencana ekologis nyata bagi seluruh masyarakat, belum lagi ancaman krisis pangan.

"Itu semua kami yakin banyak didalangi ulah manusia itu sendiri. Hadirnya GPC ini menjadi kolaborasi semua pihak mencari solusi dalam menyelamatkan bumi," papar Joni menambahkan.

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang membuka acara sekaligus membawakan materi mengakui sadar bahwa pembangunan dan kemajuan pengetahuan akan berdampak buruk bagi alam (ekologi).

"Pertanyaannya, apakah kita harus meninggalkan bumi begitu saja? Saya meyakini bumi lebih baik dari planet lain. Makanya harus diselamatkan dengan bijak mengelola kekayaan bumi," tuturnya di arena GPC.

Menurut Bupati Joune, pengaruh jurnalisme dapat menjadi jalan perbaikan bagi bumi. Pihaknya memberi apresiasi pelaksanaan GPC di daerahnya apalagi baru pertama kali di gelar di Sulut luar Pulau Jawa.

"Saya sangat senang karena ini membahas tentang pulau-pulau (kecil), karena di sekitar kita banyak pulau yang hilang bahkan dihilangkan," ucapnya sembari menyebut Minahasa Utara memiliki 40 pulau kecil yang perlu mendapat dukungan lebih untuk menjaganya.

Ketua SIEJ Daerah Sulawesi Utara Finda Muhtar menambahkan, pihaknya berharap para pemangku kepentingan daerah di Sulut dapat memperhatikan lingkungan, dan tidak gegabah dalam kebijakan. "Kami berharap pemerintah daerah dapat memihak kepada lingkungan, dan berkelanjutan," kata Finda.

GPC 2026 ini mendapat dukungan penuh sejumlah NGO lingkungan seperti Satya Bumi, Greenpeace, Celios, Trend Asia, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Climateworks, Pulitzer Centre, International Media Support (IMS), Global Buildings Performance Network (GBPN), Indonesian Data Journalism Network (IDJN), Yayasan Masarang, dan Indigenous Peoples and Local Community Conserved Area and Territory (ICCAs).




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026