Logo Header Antaranews Makassar

Tak sejalan dengan ketua, empat pengurus KONI Makassar mundur

Sabtu, 16 Mei 2026 06:09 WIB
Image Print
Arsip - Suasana Pengurus KONI Makassar saat menetapkan pelaksanaan Musorkotlub pada 26 April 2025, seusai rapat pleno di Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi KONI Makassar.

Makassar (ANTARA) - Empat pengurus inti Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sepakat mundur secara bersamaan diduga kuat tidak sejalan dengan ketuanya Ismail, serta muncul dugaan pengelolaan anggaran hibah dari Pemerintah Kota Makassar, tak sesuai peruntukan.

"Kalau saya mengundurkan diri karena ingin fokus dengan bisnis, pekerjaan dulu," kata Sekretaris KONI Kota Makassar Iqbal Djalil beralasan saat dikonfirmasi terkait alasan mundur dari jabatannya di Makassar, Jumat.

Selain Iqbal Jalil, tiga pengurus inti KONI Makassar turut mundur masing-masing Wakil Sekretaris KONI Makassar Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib.

Dari informasi yang beredar, empat pengurus inti ini tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Ketua KONI Makassar Ismail. Beberapa spekulasi muncul di tengah kegaduhan organisasi yang mengurusi sejumlah cabang olahraga tersebut.

Selain itu, dugaan kuat pengelolaan keuangan KONI Makassar bermasalah, sebab dana hibah yang diterima dari Pemkot Makassar diduga sudah dihabiskan tidak sesuai peruntukannya. Namun demikian, belum ada validasi berkaitan isu itu.

"Saya tekankan di sini, karena visi tidak sejalan dengan kepemimpinan beliau (Ismail) dan sudah tidak cocok dengan gaya kepemimpinan dengan ketua sekarang. Sudah terlalu rusak di dalam, paling parah pengelolaan anggaran, makanya lebih baik mundur saja," kata salah seorang pengurus yang mengundurkan diri itu.

Sebelumnya, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran dana hibah sebesar Rp15 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Dugaannya, anggaran tersebut sudah dihabiskan tanpa adanya pelaporan pengelolaan keuangan secara transparan.

Dugaannya, pengurus ini memilih mundur karena dinamika internal KONI Makassar dengan sejumlah persoalan berlarut-larut tanpa solusi. Selain itu, sejumlah saran diduga diabaikan ketua sehingga mereka memilih mundur.

Sementara Ketua KONI Makassar Ismail saat berusaha dikonfirmasi wartawan perihal mundurnya empat pengurus intinya, belum merespon baik melalui telepon maupun pesan singkat di media sosial WhatsApp (WA).



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026