Makassar (ANTARA) - Kota Makassar mengatakan membuka ruang kerja sama dengan organisasi nirlaba asal Belanda melalui Programma Uitzending Managers (PUM) untuk mendorong penguatan pada sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Makassar.
Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar Aliyah Mustika Ilham di Makassar, Kamis (31/7), mengatakan Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PUM yang selama ini dikenal konsisten mendampingi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai negara.
"Kehadiran PUM merupakan peluang bagi Kota Makassar untuk mengakselerasi pertumbuhan pariwisata dan UMKM secara berkelanjutan,” ujar Aliyah saat menerima audiensi dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama perwakilan.
Menurut dia, kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi konkret dan berbasis pengalaman.
Aliyah mengatakan memberi apresiasi inisiatif DPD ASITA Sulsel yang telah menjembatani pertemuan tersebut, khususnya dalam upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha pariwisata pascapandemi.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan telah memberikan arahan strategis terkait upaya digitalisasi dan penguatan kelembagaan ASITA Sulsel, dengan menyarankan agar pembangunan sistem informasi dan pengelolaan situs ASITA dapat dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem.
Tak hanya itu, Aliyah mengatakan penting adanya keterlibatan Makassar Creative Hub sebagai mitra dalam mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis inovasi dan kreativitas.
Ia mengatakan berharap kolaborasi dengan PUM nantinya tidak hanya berhenti pada bimbingan teknis, tetapi juga menghasilkan dampak konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pemkot Makassar terbuka terhadap semua inisiatif yang sejalan dengan misi pemberdayaan masyarakat. Kami ingin Makassar menjadi contoh kota yang adaptif terhadap perubahan global, namun tetap mengakar pada potensi lokal,” ujar dia.
Perwakilan dari PUM Joop Goossens mengatakan organisasi itu mengirimkan para ahli senior dari Belanda untuk memberikan bimbingan teknis dan pelatihan kepada UKM.
"Fokus utama mereka adalah meningkatkan kapasitas manajerial, efisiensi usaha, serta daya saing sektor produktif seperti pariwisata, kuliner dan ekonomi kreatif," katanya.
Dengan pertemuan tersebut, ia mengatakan diharapkan akan terjalin kemitraan yang kuat dan berdampak luas, terutama dalam pemulihan ekonomi berbasis pariwisata dan pemberdayaan UKM lokal secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua ASITA Sulsel Didi Manaba mengatakan kerja sama untuk meningkatkan kinerja, daya saing hingga profesionalitas organisasi untuk pengembangan pariwisata.
"Saat ini, PUM sedang membantu ASITA dalam proses perbaikan dan penguatan organisasi agar lebih modern, profesional dan berdaya saing. Mereka akan mendampingi kita selama 10 hari dan sudah berlangsung sejak 28 Juli," ujar dia.
PUM Belanda mengirimkan para ahli dari berbagai bidang, seperti manajemen organisasi, pariwisata dan hospitality, digitalisasi dan pemasaran, keuangan dan SDM serta berbagai kebutuhan mitra.