
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menyampaikan pesan budaya Sulawesi Selatan, Siri’ na Pacce, yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan solidaritas sosial pada perayaan Hari Kelahiran Sri Baginda Kaisar Jepang di Makassar.
“Dalam budaya kami, menghormati pemimpin adalah bagian dari menjaga tatanan dan keseimbangan sosial. Bukan berarti tanpa kritik, tetapi penuh adab, etika, dan tanggung jawab,” kata Fatmawati dalam keterangannya di Makassar, Jumat.
Ia menegaskan bahwa bagi bangsa Jepang, Kaisar merupakan simbol persatuan, keteladanan, dan kesinambungan nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi.
Penghormatan terhadap pemimpin, menurut dia, tidak semata-mata terkait jabatan, tetapi menyangkut marwah, wibawa, dan nilai kebangsaan.
Wagub Sulsel dalam kesempatan itu juga mengapresiasi Jepang sebagai bangsa yang mampu memadukan penghormatan terhadap tradisi dengan tata kelola pemerintahan modern yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Menurut Fatmawati, hubungan Jepang dan Indonesia, termasuk dengan Sulawesi Selatan, tumbuh di atas fondasi saling menghormati dan kepercayaan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, berkomitmen menjaga kemitraan strategis tersebut melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kepemimpinan yang dihormati adalah kepemimpinan yang menghadirkan manfaat, menciptakan stabilitas, dan membuka harapan bagi rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, mengajak seluruh tamu untuk mendoakan kesehatan Sri Baginda Kaisar Jepang serta kemakmuran Jepang dan Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor terhadap kerja-kerja Konsulat Jepang selama ini.
Ia mengungkapkan, saat ini tengah terjalin kerja sama antara Kota Maniwa, Jepang dengan dan Kota Makassar dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan guna mewujudkan kota rendah karbon (low carbon city).
Kerja sama tersebut dinilai semakin relevan seiring komitmen Jepang dan Indonesia dalam mencapai target karbon netral.
Ohashi juga menyinggung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan terus meningkat hingga beberapa dekade ke depan, termasuk potensi bonus demografi hingga 2044. Menurut dia, generasi muda Indonesia dan Jepang memegang peran strategis dalam memperkuat kemitraan masa depan kedua negara.
“Duta Besar Jepang selalu mendorong dan mendukung Indonesia menjadi negara maju. Penting bagi generasi muda Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal dan membangun kemitraan masa depan,” tuturnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
