Wakil Menlu Afsel Siap Dukung Pertukaran Komunitas
Sabtu, 29 November 2014 19:47 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Bidang Hubungan Kerja Sama dan Internasional HE Ms Nomaindiya Mfeketo (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Bidang Hubungan Kerja Sama dan Internasional HE Ms Nomaindiya Mfeketo mengatakan, pihaknya siap mendukung pertukaran komunitas Syekh Yusuf di Cap Town, Arfika Selatan dengan komunitas Syekh Yusuf yang ada di Makassar.
"Jadi selain nanti diharapkan ada pertukaran mahasiswa antara dua negara, juga pertukaran orang atau komunitas untuk saling mengenal lebih dekat sebagai turunan Syekh Yusuf," kata Ms Nomaindiya disela-sela kehadirannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Kehadiran Wakil Menlu Arfika Selatan di Kota Makassar, Sulsel selain bertemu dengan rektor Universitas Hasanuddin, Makassar, juga bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu`man dan para petinggi di DPRD Sulsel.
Menurut dia, pentingnya hubungan bilateral antara Afrika Selatan dan Indonesia ini ditingkatkan, karena memiliki ikatan historis yang erat melalui tokoh pejuang sekaligus penyebar Agama Islam yakni Syekh Yusuf.
Dia mengatakan, Syekh Yusuf yang merupakan putra daerah Makassar telah menjadi tokoh dunia, khususnya dua negara yakni Indonesia dan Afrika Selatan, karena perjuangannya menanamkan nilai-nilai persamaan hak dan derajat manusia.
"Meskipun Syekh Yusuf hanya lima tahun berada di pengasingan di Cap Town, Afrika Selatan sebagai tawanan Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-16, namun pengaruhnya terhadap masyarakat Afrika Selatan sangatlah besar," katanya.
Dengan ajarannya bersama pengikutnya itu, lanjut dia, memberikan pemahaman kepada masyarakat Afrika Selatan untuk bangkit melawan penjajah kolonial demi menegakkan persamaan hak asasi manusia.
Menghapuskan diskriminasi, perbedaan ras dan sebagainya, lanjut dia, menjadi ajaran putra daerah Makassar yang ditanamkan kepada masyarakat Afrika Selatan untuk bangkit bersama meraih kemerdekaan.
Perjuangan itu kemudian dilanjutkan oleh tokoh Afrika Selatan Nelson Mandela, sehingga kedua tokoh tersebut dinobatkan sebagai inspirator untuk membebaskan rakyat Afrika Selatan dari penjajahan yang telah terjadi ratusan tahun. S Muryono
"Jadi selain nanti diharapkan ada pertukaran mahasiswa antara dua negara, juga pertukaran orang atau komunitas untuk saling mengenal lebih dekat sebagai turunan Syekh Yusuf," kata Ms Nomaindiya disela-sela kehadirannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Kehadiran Wakil Menlu Arfika Selatan di Kota Makassar, Sulsel selain bertemu dengan rektor Universitas Hasanuddin, Makassar, juga bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu`man dan para petinggi di DPRD Sulsel.
Menurut dia, pentingnya hubungan bilateral antara Afrika Selatan dan Indonesia ini ditingkatkan, karena memiliki ikatan historis yang erat melalui tokoh pejuang sekaligus penyebar Agama Islam yakni Syekh Yusuf.
Dia mengatakan, Syekh Yusuf yang merupakan putra daerah Makassar telah menjadi tokoh dunia, khususnya dua negara yakni Indonesia dan Afrika Selatan, karena perjuangannya menanamkan nilai-nilai persamaan hak dan derajat manusia.
"Meskipun Syekh Yusuf hanya lima tahun berada di pengasingan di Cap Town, Afrika Selatan sebagai tawanan Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-16, namun pengaruhnya terhadap masyarakat Afrika Selatan sangatlah besar," katanya.
Dengan ajarannya bersama pengikutnya itu, lanjut dia, memberikan pemahaman kepada masyarakat Afrika Selatan untuk bangkit melawan penjajah kolonial demi menegakkan persamaan hak asasi manusia.
Menghapuskan diskriminasi, perbedaan ras dan sebagainya, lanjut dia, menjadi ajaran putra daerah Makassar yang ditanamkan kepada masyarakat Afrika Selatan untuk bangkit bersama meraih kemerdekaan.
Perjuangan itu kemudian dilanjutkan oleh tokoh Afrika Selatan Nelson Mandela, sehingga kedua tokoh tersebut dinobatkan sebagai inspirator untuk membebaskan rakyat Afrika Selatan dari penjajahan yang telah terjadi ratusan tahun. S Muryono
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jokowi dan Kamala Harris akan bicarakan isu kesehatan dan maritim di Washington
13 May 2022 19:32 WIB, 2022
Wakil Ketua MPR: Menlu harus bersikap konstruktif soal Indonesia, Afghanistan, dan Taliban
21 August 2021 16:27 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
AS-Iran segera teken perpanjang gencatan senjata 60 hari demi buka Selat Hormuz
24 May 2026 17:36 WIB