Makassar (ANTARA) - Program pemberdayaan ekonomi perempuan di sektor kakao di Sulawesi Selatan melalui 423 Kelompok Simpan Pinjam Desa (Village Savings and Loan Association/VSLA) dapat mengelola dana lebih dari Rp15 miliar.

"Inisiatif yang digagas Save the Children Indonesia berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, juga didukung lebih dari 100 kelompok usaha mikro yang tersebar di lima kabupaten di Sulsel," kata Senior Direktur untuk Advokasi, Kampanye dan Hubungan Pemerintah, Save The Children Indonesia, Tata Sudrajat, di Makassar, Selasa.

Kelima kabupaten tersebut adalah Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, Wajo, dan Soppeng. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan melalui peningkatan peran perempuan dalam akses ekonomi dan pengambilan keputusan di tingkat keluarga maupun komunitas.

Melalui kelompok VSLA, lanjut Tata, perempuan didorong untuk mengelola keuangan secara mandiri melalui sistem tabungan dan pinjaman yang terstruktur, sehingga mampu meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Selain memberikan akses permodalan, keberadaan VSLA juga memperkuat solidaritas sosial antaranggota serta mendorong perilaku keuangan yang lebih disiplin dan produktif.

Salah satu penerima manfaat Nurhayati mengaku keikutsertaannya dalam kelompok simpan pinjam tersebut membantu keluarganya mengelola pendapatan dari hasil kakao dengan lebih baik, bahkan mampu menyisihkan sebagian untuk tabungan.

Program ini telah berjalan sejak 2020 dengan melibatkan berbagai mitra, baik dari sektor swasta maupun organisasi pembangunan, untuk memperluas dampak pemberdayaan perempuan di wilayah penghasil kakao.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi capaian tersebut dan menilai program ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulsel, Nursidah mengatakan, ke depan kolaborasi multipihak ini diharapkan terus diperkuat agar model pemberdayaan ekonomi perempuan ini dapat direplikasi di daerah lain serta memberikan dampak yang lebih luas bagi sektor pertanian dan perlindungan sosial

Senior Direktur untuk Advokasi, Kampanye dan Hubungan Pemerintah, Save The Children Indonesia Tata Sudrajat di sela kegiatan pembelajaran di Makassar, Selasa (31/3/2026). ANTARA/ Suriani Mappong