Makassar (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi fenomena El Nino atau anomali pemanasan lautan akan terjadi pada Juli 2026.

"El Nino kategori lemah diprediksi aktif pada semester kedua, mulai bulan Juli," kata Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Rizky Yudha Pahlawan saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Menurutnya, fenomena ini berpotensi mempengaruhi pola cuaca yang masuk di musim kemarau. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan monitoring memantau perubahan cuaca hingga akhir tahun.

"Masih di monitor data terakhir, (ini) sampai akhir tahun," ujar Rizky Yudha merespons prakiraan cuaca yang terus berkembang di wilayah Indonesia.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peralihan musim, dari musim hujan ke musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang tahun ini.

"Masyarakat sudah perlu mengantisipasi curah hujan rendah, dan suhu tinggi di musim kemarau tahun ini," tuturnya mengingatkan.

Untuk persiapan menghadapi musim kemarau nanti diprediksi berlangsung di pertengahan tahun 2026, kata dia, masyarakat diimbau menyimpan dan menghemat air agar cukup digunakan selama kemarau mengingat cuaca akan sangat panas.

"Kecukupan air minum perlu diperhatikan, dan perlunya penggunaan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan," ujar Rizky.

Proses terjadinya El Nino tersebut disebabkan meningkatnya suhu di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini memuat suhu udara dengan kelembaban Udara menjadi meningkat.

Sebelumnya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau  2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya.

Kondisi ini dipicu berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun ini.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.

Namun demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60% mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian. "Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal di Jakarta.