Makassar jadi percontohan elektronifikasi pembayaran di Indonesia
Rabu, 1 Juli 2015 5:45 WIB
Moh Ramdhan Pomanto (kiri) dan Mokhammad Dadi Aryadi (kanan) menandatangani MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemkot Makassar dan Bank Indonesia di Makassar, Selasa (30/6).(ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Bank Indonesia Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua terkesan dengan inovasi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengenai kartu pintarnya (Smart Card) yang akan segera dijadikan percontohan untuk elektronifikasi pembayaran di Indonesia.
"Kami sangat mengapreaiasi inovasi Wali Kota Makassar yang telah selangkah lebih maju mendahului kami untuk penerapan elektronifikasi transaksi by app"> keuangan di Makassar," kata Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan Mokhammad Dadi Aryadi di Makassar, Selasa.
Gebrakan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terkait transaksi keuangan non tunai melalui kartu pintar (Smart Card) akan jadi percontohan Bank Indonesia terutama dalam penerapan program elektronifikasi transaksi keuangan bagi masyarakat dan pemerintah di Indonesia.
Dengan inovasi itu, pihaknya kemudian melakukan penandatangan kerja sama atau (MoU) program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia.
Dadi mengatakan, pihak BI sendiri juga akan membangun MoU yang sama di berbagai kota di Indonesia dengan mengambil percontohan di kota "Anging Mammiri" tersebut.
"Ini akan kita terapkan di semua wilayah, tetapi dikarenakan Makassar lebih siap dari segi infrastruktur terutama dengan adanya smart card maka gerakan non tunai BI ini akan diawali dari Makassar dan akan dijadikan percontohan di kota-kota lainnya," katanya.
Manfaat dari program ini, kata Dadi melanjutkan, yakni pemerintah bisa lebih meningkatkan kontribusi, transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah yang dimiliki.
Saat ini program yang sama juga tengah dicanangkan di beberapa provinsi yakni Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Dadi menjelaskan bahwa dari hasil maping yang dilakukan semua transaksi tunai berpeluang menjadi non tunai.
Sementara itu, Danny sapaan akrab Wali kota Makassar mengaku lebih percaya diri dengan adanya MoU tersebut guna pengembangan transaksi non tunai masyarakat Makassar.
"Kita semakin percaya diri untuk pengembangan pembayaran caseless karena apa yang dicita-citakan kini sudah memiliki payung hukum. Tinggal kita harapkan bimbingan dan sosialisasi yang kuat di masyarakat," sebut Danny.
Pembayaran non Tunai ini nantinya akan diterapkan di beberapa transaksi keuangan seperti parkir, pembayaran pajak, layanan kesehatan home care, dan transaksi di tempat-tempat belanja termasuk kantin sekolah dengan menggunakan smart card.
"Kami sangat mengapreaiasi inovasi Wali Kota Makassar yang telah selangkah lebih maju mendahului kami untuk penerapan elektronifikasi transaksi by app"> keuangan di Makassar," kata Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan Mokhammad Dadi Aryadi di Makassar, Selasa.
Gebrakan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terkait transaksi keuangan non tunai melalui kartu pintar (Smart Card) akan jadi percontohan Bank Indonesia terutama dalam penerapan program elektronifikasi transaksi keuangan bagi masyarakat dan pemerintah di Indonesia.
Dengan inovasi itu, pihaknya kemudian melakukan penandatangan kerja sama atau (MoU) program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia.
Dadi mengatakan, pihak BI sendiri juga akan membangun MoU yang sama di berbagai kota di Indonesia dengan mengambil percontohan di kota "Anging Mammiri" tersebut.
"Ini akan kita terapkan di semua wilayah, tetapi dikarenakan Makassar lebih siap dari segi infrastruktur terutama dengan adanya smart card maka gerakan non tunai BI ini akan diawali dari Makassar dan akan dijadikan percontohan di kota-kota lainnya," katanya.
Manfaat dari program ini, kata Dadi melanjutkan, yakni pemerintah bisa lebih meningkatkan kontribusi, transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah yang dimiliki.
Saat ini program yang sama juga tengah dicanangkan di beberapa provinsi yakni Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Dadi menjelaskan bahwa dari hasil maping yang dilakukan semua transaksi tunai berpeluang menjadi non tunai.
Sementara itu, Danny sapaan akrab Wali kota Makassar mengaku lebih percaya diri dengan adanya MoU tersebut guna pengembangan transaksi non tunai masyarakat Makassar.
"Kita semakin percaya diri untuk pengembangan pembayaran caseless karena apa yang dicita-citakan kini sudah memiliki payung hukum. Tinggal kita harapkan bimbingan dan sosialisasi yang kuat di masyarakat," sebut Danny.
Pembayaran non Tunai ini nantinya akan diterapkan di beberapa transaksi keuangan seperti parkir, pembayaran pajak, layanan kesehatan home care, dan transaksi di tempat-tempat belanja termasuk kantin sekolah dengan menggunakan smart card.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PSSI belum terima surat pembatalan keiikutsertaan timnas Indonesia pada Asian Games 2026
12 February 2026 5:59 WIB
Waspada, gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 11-14 Februari
11 February 2026 12:02 WIB
Bareskrim Polri tahan dua petinggi Dana Syariah Indonesia terkait dugaan penipuan dan TPPU
10 February 2026 9:36 WIB
Ratusan mahasiswa hukum se-Indonesia ikuti kompetisi peradilan semu di Makassar
09 February 2026 18:26 WIB