Tarif Bus di Mamuju naik 20 persen
Rabu, 15 Juli 2015 5:46 WIB
Ilustrasi armada bus (ANTARA FOTO/Lucky R)
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Tarif yang diberlakukan Perusahaan Otobus (PO) Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, selama lebaran 2015 naik 20 persen dari tarif sebelumnya.
"Tarif Bus AKAP berdasarkan pantauan pemerintah telah dinaikkan perusahaan oto bus sejak H-7 Lebaran hingga H+7 Idul Fitri 1436 Hijriah, sekitar 20 persen dari harga sebelumnya," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Sulbar Haeruddin Anas di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan kebijakan yang menaikkan harga tiket tersebut dikeluhkan masyarakat sehingga mestinya tarif dinaikkan perusahaan oto bus terlalu tinggi.
"Musim mudik dan perjalanan balik lebaran, tarif selalu naik, sehingga perusahaan oto bus mestinya tidak menaikkan harga tiket terlalu tinggi karena dikeluhkan masyarakat," katanya.
Tarif tiket bus perjalanan Mamuju-Makassar dengan menggunakan bus AC tarifnya naik Rp170.000/orang menjadi Rp200.000/orang.
Ia mengatakan, saat ini pesanan tiket sudah semakin ramai bahkan untuk perjalanan Mamuju ke Makassar mulai H-7 hingga H-3 lebaran telah habis terjual.
"Masyarakat jauh sebelumnya telah memesan tiket untuk perjalanan Mamuju-Makassar, namun sebagian ada yang membayar dan ada pula yang hanya memesan," katanya.
Sementara itu, Herman, petugas penjualan tiket bus Litha dan Co menegaskan kenaikan tarif bus juga akan diterapkan sesuai dengan hasil keputusan pemerintah.
Tarif bus non-AC yang selama ini berkisar Rp140.000, tambahnya, akan dinaikkan menjadi Rp160.000 Sedangkan untuk bus AC dari Rp160.000 naik menjadi Rp180.000, serta bus Master Piece Litha yang semula Rp180.000 akan dinaikkan menjadi Rp200.000.
"Yang jelas pihak PO tidak akan menaikkan secara sepihak dan akan mengikuti prosedur yang telah disepakati," katanya.
"Tarif Bus AKAP berdasarkan pantauan pemerintah telah dinaikkan perusahaan oto bus sejak H-7 Lebaran hingga H+7 Idul Fitri 1436 Hijriah, sekitar 20 persen dari harga sebelumnya," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Sulbar Haeruddin Anas di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan kebijakan yang menaikkan harga tiket tersebut dikeluhkan masyarakat sehingga mestinya tarif dinaikkan perusahaan oto bus terlalu tinggi.
"Musim mudik dan perjalanan balik lebaran, tarif selalu naik, sehingga perusahaan oto bus mestinya tidak menaikkan harga tiket terlalu tinggi karena dikeluhkan masyarakat," katanya.
Tarif tiket bus perjalanan Mamuju-Makassar dengan menggunakan bus AC tarifnya naik Rp170.000/orang menjadi Rp200.000/orang.
Ia mengatakan, saat ini pesanan tiket sudah semakin ramai bahkan untuk perjalanan Mamuju ke Makassar mulai H-7 hingga H-3 lebaran telah habis terjual.
"Masyarakat jauh sebelumnya telah memesan tiket untuk perjalanan Mamuju-Makassar, namun sebagian ada yang membayar dan ada pula yang hanya memesan," katanya.
Sementara itu, Herman, petugas penjualan tiket bus Litha dan Co menegaskan kenaikan tarif bus juga akan diterapkan sesuai dengan hasil keputusan pemerintah.
Tarif bus non-AC yang selama ini berkisar Rp140.000, tambahnya, akan dinaikkan menjadi Rp160.000 Sedangkan untuk bus AC dari Rp160.000 naik menjadi Rp180.000, serta bus Master Piece Litha yang semula Rp180.000 akan dinaikkan menjadi Rp200.000.
"Yang jelas pihak PO tidak akan menaikkan secara sepihak dan akan mengikuti prosedur yang telah disepakati," katanya.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulsel menyiapkan angkutan tujuh bus gratis untuk Natal dan Tahun Baru
19 December 2025 12:23 WIB
Pemkot Makassar terima tambahan satu unit bus Sekolah Rakyat dari Kemenhub
15 December 2025 13:16 WIB
Kemenhub siapkan mudik gratis Natal dan Tahun Baru dengan bus berkuota 3.090 penumpang
15 December 2025 6:19 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Hujan dan hujan petir berpoptensi dominasi guyur kota besar, Makassar gerimis
30 January 2026 6:46 WIB
Pemprov Sulbar perkuat upaya pencegahan paham IRET lewat pendekatan berbasis regulasi
30 January 2026 5:31 WIB