Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Dr Adi Suryadi Culla mengapresiasi penunjukan caretaker atau penjabat bupati di 11 kabupaten oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang tidak mengambil putra daerah masing-masing.

"Caretaker dan pejabat defenitif itu punya kewenangan yang sama. Hanya pada proses pengangkatan saja yang berbeda karena ada definitif ada pelaksana tugas yang sifatnya sementara," ujar Dr Adi Suryadi Culla di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, netralitas caretaker dalam pemilihan kepala daerah merupakan harga mati. Artinya, hal tersebut merupakan konsekuensi dalam menunjukkan sikap profesionalitas sebagai kepala daerah sementara.

Apalagi, menurut Adi Culla, posisi caretaker dengan bupati (defintif) sebelumnya hampir sama hanya latarbelakang pengangkatan saja yang berbeda.

"Kebijakan caretaker dalam penataan birokrasi serupa dengan bupati definitif. Termasuk mengganti atau memutasi setiap pejabat di instansinya," jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, caretaker dan bupati yang diganti sama-sama sah dan memiliki kewenangan. Makanya gubernur dalam mengusulkan nama-nama calon caretaker ke Mendagri tidak berdasarkan politis, melainkan kompetensi dan standar kualifikasi yang dibutuhkan setiap daerah.

"Hal yang salah kalau seorang gubernur mengusulkan nama-nama calon caretaker ke Mendagri karena keinginan partainya. Dan saya rasa itu sangat jauh karena ini menyangkut konsekuensi karier setiap pejabat yang dilantik sebagai caretaker," tandasnya.

Adi pun menuturkan, dalam Pilkada serentak kali ini sangat jauh jika caretaker akan bermain. Selain bukan orang partai melainkan pejabat karier di pemerintahan, juga mereka takut dengan sanksi.

"Kalau mereka terbukti bisa digugat ke MK (Mahkamah Konstitusi). Sanksinya jelas sangat berat, karier mereka di pemerintahan bisa berakhir," pungkasnya.

Meski begitu, Adi mengapresiasi kebijakan Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur yang telah mengangkat caretaker yang bukan dari putra daerah.

"Saya rasa ini kebijakan yang tepat. Karena caretaker yang dilantik tidak memiliki beban subyektif atau psikologis dengan pasangan calon tertentu," terangnya.

Empat dari 11 pejabat "Caretaker" yang dilantik adalah Asisten I Pemprov Sulsel Andi Herry Iskandar sebagai Caretaker Bupati Maros, Asisten II Pemprov Sulsel Sidik Salam sebagai Caretaker Bupati Gowa.

Asisten IV Pemprov Sulsel Ruslan Abu sebagai Caretaker Bupati Pangkep, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muh Yamin sebagai Caretaker Bupati Barru.