Pelra Unhas terus kembangkan cluster pelabuhan KTI
Selasa, 29 Desember 2015 10:56 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Kelompok kerja Pelayaran Rakyat (Pelra) Universitas Hasanuddin Makassar, terus mengembangkan cluster pelabuhan yang berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai upaya mendukung program pemerintah terkait tol laut.
"Ada beberapa model pengembangan yang kita lakukan di kawasan timur seperti cluster wilayah Ternate, Sorong, Ambon, dan Tual, dan Kupang," jelas Anggota Pelra Unhas Dr Muh Abduh Ibnu Hajar di Makassar, Selasa.
Dia menjelaskan, Pelra Unhas terus mencari solusi mengembangkan sejumlah pelabuhan kecil di kawasan timur. Termasuk kendala atau kelemahan- kelemahan apa saja yang perlu dibenahi untuk lebih meningatkan sistem pelayaran tersebut.
Salah satunya, menurut dia, yakni dengan mendorong sentra produksi untuk ditingkatkan. Seperti sentra produksi yang biasanya hanya dilakukan di tiga titik bisa dikembangkan menjadi tujuh titik.
Dalam pengembangan ini tentu saja juga sebagai upaya agar memobilisasi barang yang ada di pulau-pulau kecil untuk masuk ke pelabuhan yang lebih besar.
"Kita memang menemukan kerumitan dalam setiap pengembangan cluster pelabuhan di beberapa lokasi. Namun Pelra Unhas akan terus berupaya bagaimana bisa berkontribusi terhadap pulau khususnya yang berada di kawasan timur," katanya.
Ketua Pelayaran Rakyat (Pelra) Unhas, Prof Dr Ir Budimawan DEA, sebelumnya juga mengakui jika dalam mengembangkan pelayaran rakyat ini terdapat empat kendala, yaitu muatan barang, kepelabuhanan, kapal, dan regulasi.
Untuk kendala dalam aspek kepelabuhan, kata dia, satu hal yang perlu mendapat perhatian yakni pengadaan sarana-sarana pendukung pelabuhan seperti tempat bongkar muat barang.
Sedangkan untuk masalah kapal yang berkaitan pemenuhan standar kelayakan kapal, hal ini menjadi persoalan karena banyak kapal yang belum tersertifikasi menurut peraturan internasional.
Begitupun masalah regulasi yang tentunya berkaitan dengan kebijakan-kebijakan keselamatan maupun mengakses permodalan. Sebab dengan kapal yang tidak tersertifikasi ataupun pemilik kapal kesulitan mendapatkan bantuan kredit dari bank.
"Ada beberapa model pengembangan yang kita lakukan di kawasan timur seperti cluster wilayah Ternate, Sorong, Ambon, dan Tual, dan Kupang," jelas Anggota Pelra Unhas Dr Muh Abduh Ibnu Hajar di Makassar, Selasa.
Dia menjelaskan, Pelra Unhas terus mencari solusi mengembangkan sejumlah pelabuhan kecil di kawasan timur. Termasuk kendala atau kelemahan- kelemahan apa saja yang perlu dibenahi untuk lebih meningatkan sistem pelayaran tersebut.
Salah satunya, menurut dia, yakni dengan mendorong sentra produksi untuk ditingkatkan. Seperti sentra produksi yang biasanya hanya dilakukan di tiga titik bisa dikembangkan menjadi tujuh titik.
Dalam pengembangan ini tentu saja juga sebagai upaya agar memobilisasi barang yang ada di pulau-pulau kecil untuk masuk ke pelabuhan yang lebih besar.
"Kita memang menemukan kerumitan dalam setiap pengembangan cluster pelabuhan di beberapa lokasi. Namun Pelra Unhas akan terus berupaya bagaimana bisa berkontribusi terhadap pulau khususnya yang berada di kawasan timur," katanya.
Ketua Pelayaran Rakyat (Pelra) Unhas, Prof Dr Ir Budimawan DEA, sebelumnya juga mengakui jika dalam mengembangkan pelayaran rakyat ini terdapat empat kendala, yaitu muatan barang, kepelabuhanan, kapal, dan regulasi.
Untuk kendala dalam aspek kepelabuhan, kata dia, satu hal yang perlu mendapat perhatian yakni pengadaan sarana-sarana pendukung pelabuhan seperti tempat bongkar muat barang.
Sedangkan untuk masalah kapal yang berkaitan pemenuhan standar kelayakan kapal, hal ini menjadi persoalan karena banyak kapal yang belum tersertifikasi menurut peraturan internasional.
Begitupun masalah regulasi yang tentunya berkaitan dengan kebijakan-kebijakan keselamatan maupun mengakses permodalan. Sebab dengan kapal yang tidak tersertifikasi ataupun pemilik kapal kesulitan mendapatkan bantuan kredit dari bank.
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar terima tambahan satu unit bus Sekolah Rakyat dari Kemenhub
15 December 2025 13:16 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 26 Makassar belajar jadi kru di TVRI Sulsel
07 December 2025 14:33 WIB
Saat di Pariaman, Prabowo : Negara tidak biarkan rakyat pikul beban sendiri
01 December 2025 19:31 WIB
Fantastis, Waskita Karya garap Sekolah Rakyat di lima kabupaten di Sulsel senilai Rp1,23 triliun
18 November 2025 19:03 WIB
Sekda Sulsel sebut Sekolah Rakyat membangun masa depan bangsa berakar nilai lokal
12 November 2025 13:11 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB