Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Wilayah Makassar memberikan bantuan Kredit Usaha Rakat (KUR) kepada para petani bunga krisan yang ada di dataran tinggi Malino, Sulawesi Selatan sebesar Rp25 miliar.
"Hari ini kita lakukan penandatanganan MoU antara Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel seta Kelompok Tani Bina Taruna," ujar Head of Business Banking BNI Kanwil Makassar Faizal Arief Setiawan di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan bantuan kredit kepada kelompok petani yang disiapkannya itu sekitar Rp25 miliar dengan 15 kelompok tani.
Dari 15 kelompok tani itu, setiap kelompok terdiri dari 25 orang petani bunga krisan dan berhak mendapatkan fasilitas pinjaman kredit.
Faizal mengaku jika hasil bunga krisan ini menjadi sangat menarik dan diminati oleh negara seperti Jepang, apalagi sudah ada ekspor khusus untuk bunga ini ke Jepang.
"Untuk sementara ini masih baru 15 kelompok dulu yang kita berikan bantuan dan kalau nanti terus bertambah, itu akan semakin bagus dan dana yang disiapkan juga akan tetap ada," katanya.
Dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Head of Business Banking BNI Kanwil Makassar Faizal Arief Setiawan, Plt Kepala Distan Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Fitriani dan Ketua Kelompok Tani Bina Marga Taruna Burhanuddin, disaksikan langsung Wakil Gubernur Provinsi Sulsel Agus Arifin Nu`mang.
Faizal menuturkan, dengan kerja sama tersebut masing-masing pihak akan bekerja sama dalam pelaksanaan keuangan dan layanan jasa perbankan lainnya.
"Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan bagi para petani bunga Krisan Malino. Bunga Krisan ini merupakan komoditas ekspor dengan kota tujuan ke Osaka Jepang, serta negara lainnya," kata Faizal.
Menurut dia, ekspor bunga krisan yang baru pertama kali dilakukan ini sangat potensial untuk ditingkatkan dan BNI sebagai salah satu bank yang ditunjuk oleh negara dalam penyiapan kredit akan memberikan bantuan dan tetap mendukung upaya para petani dalam meningkatkan usahanya.
"Ekspor Krisan ini sesuatu yang menarik secara bisnis, dari sisi kami. Dan pada kerja sama ini, kami support dari sisi suplainya. Setiap petani akan kita siapkan sekitar Rp10 hingga Rp25 juta dengan tenor masa kredit selama tiga tahun serta bunga yang rendah," sebutnya.
Saat ini, lanjutnya, sesuai dengan data yang diterimanya dari Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulsel itu, produksi bunga Krisan baru sekitar 6.000 tangkai per pekannya. Sementara kebutuhan ekspor mencapai 10-12 ribu tangkai per pekannya.
Untuk mencapai produksi tersebut, kata Faizal, tidak bisa hanya dengan petani yang ada saat ini. Harus didukung dari petani-petani pendukung untuk pemenuhan suplai 10-12 ribu.
"Kami akan terus mensupport petani untuk mencapai target produksi tersebut melalui KUR. Saat ini, ada lima kelompok tani yang kami support, salah satunya Kelompok Tani Bina Marga Taruna. semakin banyak kelompok tani untuk peningkatan suplai semakin bagus," jelasnya.
"Hari ini kita lakukan penandatanganan MoU antara Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel seta Kelompok Tani Bina Taruna," ujar Head of Business Banking BNI Kanwil Makassar Faizal Arief Setiawan di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan bantuan kredit kepada kelompok petani yang disiapkannya itu sekitar Rp25 miliar dengan 15 kelompok tani.
Dari 15 kelompok tani itu, setiap kelompok terdiri dari 25 orang petani bunga krisan dan berhak mendapatkan fasilitas pinjaman kredit.
Faizal mengaku jika hasil bunga krisan ini menjadi sangat menarik dan diminati oleh negara seperti Jepang, apalagi sudah ada ekspor khusus untuk bunga ini ke Jepang.
"Untuk sementara ini masih baru 15 kelompok dulu yang kita berikan bantuan dan kalau nanti terus bertambah, itu akan semakin bagus dan dana yang disiapkan juga akan tetap ada," katanya.
Dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Head of Business Banking BNI Kanwil Makassar Faizal Arief Setiawan, Plt Kepala Distan Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Fitriani dan Ketua Kelompok Tani Bina Marga Taruna Burhanuddin, disaksikan langsung Wakil Gubernur Provinsi Sulsel Agus Arifin Nu`mang.
Faizal menuturkan, dengan kerja sama tersebut masing-masing pihak akan bekerja sama dalam pelaksanaan keuangan dan layanan jasa perbankan lainnya.
"Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan bagi para petani bunga Krisan Malino. Bunga Krisan ini merupakan komoditas ekspor dengan kota tujuan ke Osaka Jepang, serta negara lainnya," kata Faizal.
Menurut dia, ekspor bunga krisan yang baru pertama kali dilakukan ini sangat potensial untuk ditingkatkan dan BNI sebagai salah satu bank yang ditunjuk oleh negara dalam penyiapan kredit akan memberikan bantuan dan tetap mendukung upaya para petani dalam meningkatkan usahanya.
"Ekspor Krisan ini sesuatu yang menarik secara bisnis, dari sisi kami. Dan pada kerja sama ini, kami support dari sisi suplainya. Setiap petani akan kita siapkan sekitar Rp10 hingga Rp25 juta dengan tenor masa kredit selama tiga tahun serta bunga yang rendah," sebutnya.
Saat ini, lanjutnya, sesuai dengan data yang diterimanya dari Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulsel itu, produksi bunga Krisan baru sekitar 6.000 tangkai per pekannya. Sementara kebutuhan ekspor mencapai 10-12 ribu tangkai per pekannya.
Untuk mencapai produksi tersebut, kata Faizal, tidak bisa hanya dengan petani yang ada saat ini. Harus didukung dari petani-petani pendukung untuk pemenuhan suplai 10-12 ribu.
"Kami akan terus mensupport petani untuk mencapai target produksi tersebut melalui KUR. Saat ini, ada lima kelompok tani yang kami support, salah satunya Kelompok Tani Bina Marga Taruna. semakin banyak kelompok tani untuk peningkatan suplai semakin bagus," jelasnya.