Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan (Sulsel) Supendi menyebutkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayahnya mencapai Rp13,79 triliun hingga Oktober 2025.
"Untuk penyaluran KUR berada di angka Rp13,79 triliun dan ini adalah penyaluran tertinggi pertama di luar Pulau Jawa," ujar Supendi di Makassar, Minggu.
Dia merinci penyaluran KUR berdasarkan sektornya yakni, sektor usaha pertanian, perburuan dan kehutanan telah tersalur Rp6,97 triliun, disusul sektor usaha perdagangan besar dan eceran telah tersalur sebanyak Rp4,31 triliun.
Pada jasa sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya tersalurkan Rp940 miliar dan sektor lainnya itu sebesar Rp1,58 triliun lebih.
"Untuk penyaluran, sektor usaha pertanian masih mendominasi dan itu setengah dari total penyaluran secara keseluruhan atau sekitar Rp6,97 triliun dari total Rp13,79 triliun," katanya.
Selain itu, Supendi pun menyoroti masih rendahnya penyaluran KUR untuk sektor usaha perikanan di mana penyaluran masih berada di angka Rp600 miliar lebih.
"Ini masih menjadi pekerjaan rumah dari sektor perbankan dalam penyaluran KUR untuk nelayan karena tingkat risiko para nelayan sangat tinggi," tuturnya.
Ia mengaku, pihak perbankan juga telah mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan penyaluran pada sektor usaha perikanan, apalagi perbankan juga bertekad menjaga kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di bawah 2 persen.
Supendi menyebut angka KUR Rp13,79 triliun telah tersalur kepada 237.837 debitur.

