35 Ketua koperasi studi banding ke Malaysia
Rabu, 30 Maret 2016 19:30 WIB
Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Untuk meningkatkan daya saing baik tingkat nasional maupun internasional, sebanyak 35 ketua Koperasi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo melakukan studi banding ke Malaysia.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili, Rabu, mengatakan pihaknya setiap tahun memprogramkan studi komparasi kepada ketua-Ketua Koperasi untuk melakukan studi Banding agar bisa belajar meningkatkan usaha di bidang masing-masing.
"Program ini dilaksanakan setelah para kelompok koperasi melaksanakan Rapat Anggota tahunan (RAT), maka untuk tahun ini para ketua Ketua kelompok koperasi diterbangkan ke Malaysia," kata Cokro Katili.
Menurutnya, 35 Ketua Koperasi saat ini sudah berada di Malaysia untuk menimba ilmu terkait bidang usaha yang sudah menjadi wawasan jenis bisnis yang akan dikembangkan.
"Program ini sudah menjadi agenda tahunan demi peningkatan pertumbuhan koperasi, pendidkan dan pelatihan merupakan salah satu unsur penting yang harus dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta wawasan dalam perkoperasian," ucapnya.
Cokro menambahkan, para pelopor koperasi menganggap bahwa studi banding atau semacam pelatihan itu perlu dilakukan secara terus menerus sebagai dasar mempertahankan kelanjutan hidup koperasi tersebut.
Cokro menambahkan para pelopor koperasi ini setelah pulang dari Malaysia, diharapkan dapat membagi pengetahuan anggota, perangkat koperasi seperti pengurus, pengawas termasuk staf karyawan Koperasi akan pentingnya wawasan demi kemajuan dunia usaha perkoperasian.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili, Rabu, mengatakan pihaknya setiap tahun memprogramkan studi komparasi kepada ketua-Ketua Koperasi untuk melakukan studi Banding agar bisa belajar meningkatkan usaha di bidang masing-masing.
"Program ini dilaksanakan setelah para kelompok koperasi melaksanakan Rapat Anggota tahunan (RAT), maka untuk tahun ini para ketua Ketua kelompok koperasi diterbangkan ke Malaysia," kata Cokro Katili.
Menurutnya, 35 Ketua Koperasi saat ini sudah berada di Malaysia untuk menimba ilmu terkait bidang usaha yang sudah menjadi wawasan jenis bisnis yang akan dikembangkan.
"Program ini sudah menjadi agenda tahunan demi peningkatan pertumbuhan koperasi, pendidkan dan pelatihan merupakan salah satu unsur penting yang harus dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta wawasan dalam perkoperasian," ucapnya.
Cokro menambahkan, para pelopor koperasi menganggap bahwa studi banding atau semacam pelatihan itu perlu dilakukan secara terus menerus sebagai dasar mempertahankan kelanjutan hidup koperasi tersebut.
Cokro menambahkan para pelopor koperasi ini setelah pulang dari Malaysia, diharapkan dapat membagi pengetahuan anggota, perangkat koperasi seperti pengurus, pengawas termasuk staf karyawan Koperasi akan pentingnya wawasan demi kemajuan dunia usaha perkoperasian.
Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Propam siapkan sanksi berat bagi anggota polisi bacok polisi di Pohuwato Gorontalo
01 October 2025 12:02 WIB
Viral ucapan akan merampok uang negara, anggota DPRD Gorontalo mengaku tak sadar ucapannya direkam
20 September 2025 20:12 WIB
Basarnas bersiaga penuh usai peringatan dini tsunami diaktifkan pascagempa Rusia
30 July 2025 11:10 WIB
BMKG minta warga jauhi pantai sampai waktu tiba tsunami pascagempa magnitudo 8,7 di Rusia
30 July 2025 11:08 WIB
Oknum guru di Gorontalo jadi tersangka kekerasan seksual, aksinya dipergoki di ruang OSIS
27 March 2025 13:27 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB