Penari UNM tampil 12 jam nonstop
Jumat, 29 April 2016 20:14 WIB
Tiga orang penari dengan memakai pakaian adat Toraja mementasan tari saat memperingati Hari Tari Sedunia di Trans Studio Mall, Makassar, Jumat (29/4). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Para penari muda dari Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar tampil spektakuler selama 12 jam nonstop dalam rangkaian peringatan Hari Tari Sedunia di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Marketing Communication and Public Relation TSM Feby Ulvin di Makassar, mengatakan para penari UNM ini tampil membawakan sejumlah tarian yang memang jarang disaksikan antara lain Tarian Pepe (Tarian Api) dan Pakkarena Tiga Zaman yang akan ditampilkan lebih spektakuler.
"Kegiatan spesial ini dimulai dari pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita. Acara ini tentunya kamiharapkan memberikan warna tersendiri bagi para pengunjung setia TSM Makassar," katanya.
Ia menjelaskan untuk kegiatan yang mengambil tema terkait keragaman tradisi sebagai warisan budaya tersebut, kata dia, memang lebih spesial karena melibatkan hingga 70 sanggar seni yang ada di Sulawesi Selatan.
Kehadiran puluhan hingga ratusan penari itu tentunya menjadi penawaran tersendiri bagi para pengunjung. Pihaknya juga mengaku mengapresiasi kegiatan yang tujuannya untuk kembali menghidupkan budaya asli Indonesia tersebut.
Peringatan Hari Tari sedunia atau World Dance Day itu memang lebih spesial karena dilaukan secara non stop selama 12 jam.
"Dalam melestarikan budaya memang ada sejumlah cara yang bisa dilakukan dan salah satunya dengan pertunjukkan tarian nusantara di hari tari sedunia," katanya.
Selain acara peringata hari trai sedunia, pihak mal juga menggelar ajang spesial melalui seni fotografi dalam ajang spesial bertajuk "Alkisah" di Trans Studio Makassar, Sulawesi Selatan, 28 April-8 Mei 2016.
Dalam kegiatan itu ada sebanyak 18 cerita rakyat asli Indonesia akan kembali dihidupkan melalui foto ini diantaranya Sabai Nan Aluih (Sumatera Barat), Si Pitung (Jakarta), Lutung Kasarung, Sangkuriang, Jawa Tarub & 7 Bidadari (Jawa Tengah), Roro Jonggrang dari Yogyakarta.
Selanjutnya Bawang Merah Bawang Putih dari Yogyakarta, Keong Mas dari Jawa Timur, Ande Ande Lumut dari Jawa Timur, Calon Arang dari Jawa Timur, Malin Kundang dari Sumatera Barat, Timun Mas dari Jawa Tengah, Nyi Roro Kidul dari Yogyakarta.
Kemudian cerita Danau Toba dari Sumatera Utara, Asal Mula Banyuwangi dari Jawa Timur, Drupadi dari Legenda Mahabharata, dan juga Rara Mendut dari Jawa Timur.
Marketing Communication and Public Relation TSM Feby Ulvin di Makassar, mengatakan para penari UNM ini tampil membawakan sejumlah tarian yang memang jarang disaksikan antara lain Tarian Pepe (Tarian Api) dan Pakkarena Tiga Zaman yang akan ditampilkan lebih spektakuler.
"Kegiatan spesial ini dimulai dari pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita. Acara ini tentunya kamiharapkan memberikan warna tersendiri bagi para pengunjung setia TSM Makassar," katanya.
Ia menjelaskan untuk kegiatan yang mengambil tema terkait keragaman tradisi sebagai warisan budaya tersebut, kata dia, memang lebih spesial karena melibatkan hingga 70 sanggar seni yang ada di Sulawesi Selatan.
Kehadiran puluhan hingga ratusan penari itu tentunya menjadi penawaran tersendiri bagi para pengunjung. Pihaknya juga mengaku mengapresiasi kegiatan yang tujuannya untuk kembali menghidupkan budaya asli Indonesia tersebut.
Peringatan Hari Tari sedunia atau World Dance Day itu memang lebih spesial karena dilaukan secara non stop selama 12 jam.
"Dalam melestarikan budaya memang ada sejumlah cara yang bisa dilakukan dan salah satunya dengan pertunjukkan tarian nusantara di hari tari sedunia," katanya.
Selain acara peringata hari trai sedunia, pihak mal juga menggelar ajang spesial melalui seni fotografi dalam ajang spesial bertajuk "Alkisah" di Trans Studio Makassar, Sulawesi Selatan, 28 April-8 Mei 2016.
Dalam kegiatan itu ada sebanyak 18 cerita rakyat asli Indonesia akan kembali dihidupkan melalui foto ini diantaranya Sabai Nan Aluih (Sumatera Barat), Si Pitung (Jakarta), Lutung Kasarung, Sangkuriang, Jawa Tarub & 7 Bidadari (Jawa Tengah), Roro Jonggrang dari Yogyakarta.
Selanjutnya Bawang Merah Bawang Putih dari Yogyakarta, Keong Mas dari Jawa Timur, Ande Ande Lumut dari Jawa Timur, Calon Arang dari Jawa Timur, Malin Kundang dari Sumatera Barat, Timun Mas dari Jawa Tengah, Nyi Roro Kidul dari Yogyakarta.
Kemudian cerita Danau Toba dari Sumatera Utara, Asal Mula Banyuwangi dari Jawa Timur, Drupadi dari Legenda Mahabharata, dan juga Rara Mendut dari Jawa Timur.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019