Menpora goda akademisi Malaysia terkait keberhasilan Owi/Butet
Sabtu, 20 Agustus 2016 19:42 WIB
Menpora Imam NNahrawi menghadiri seminar internasional UNM Makassar, Sabtu (20/8). (ANTARA FOTO/Abd Kadir)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyempatkan diri menggoda Prof Saleh Bin Amman asal Malaysia terkait keberhasilan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir merebut emas Olimpiade 2016 usai menaklukkan pasangan Malaysia.
Menpora Imam Nahwari di Makassar, Sabtu, mengatakan keberhasilan pasangan Indonesia itu memang penting untuk mengangkat posisi Merah Putih di klasemen perolehan medali Olimpiade Brazil 2016.
"Maaf Prof, Kami yang akhirnya bisa keluar menjadi pemenang dan mendapatkan medali emas. Mungkin kesempatan lain waktu," jelasnya saat menjadi "keynote speaker" dalam seminar internasional UNM Makassar.
Prof Saleh Bin Amman sendiri merupakan salah satu narasumber yang dihadirkan pihak Universitas Negeri Makassar dalam kegiatan yang dimulai ada pukul 09.00 Wita tersebut.
Mengenai keberhasilan Tantowi dan Liliyana yang akrab disapa Owi dan Butet itu, kata dia, tentunya bukan didapatkan dengan mudah. Hal itu membutuhkan proses panjang seperti rutin berlatih, semangat, motivasi dan sebagainya.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bisa meniru apa yang telah diraih keduanya dalam segala hal khususnya dalam prestasi bidang olahraga.
"Para generasi muda harus mampu memberikan prestasi tertinggi. Saya harapkan dari kalangan mahasiswa juga mampu memberikan prestasi dan mengharumkan nama bangsa," katanya.
Sementara itu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan menggaungkan keberhasilan pasangan ganda Indonesia Tontowi/Liliyana merebut medali emas di Olimpiade 2016 dengan harapan bisa menjadi energi bagi atlet Sulsel di PON XIX Jawa Barat.
Ia menjelaskan, kebarhasilan Owi dan Butet meraih prestasi tertinggi tentunya melalui persiapan yang matang dan keinginan besar untuk mempersemabhkan prestasi bagi bangsa dan negara ataupun daerah yang diwakilinya menjadi satu hal penting yang harus menjadi pehatian para atlet Sulsel.
"Keberhasilan ganda campuran Indonesia itu mampu meningkatkan motivasi atlet sebelum berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September mendatang," kata Ketua Pengprov PBSI Sulsel, Devo Khaddafi.
Menpora Imam Nahwari di Makassar, Sabtu, mengatakan keberhasilan pasangan Indonesia itu memang penting untuk mengangkat posisi Merah Putih di klasemen perolehan medali Olimpiade Brazil 2016.
"Maaf Prof, Kami yang akhirnya bisa keluar menjadi pemenang dan mendapatkan medali emas. Mungkin kesempatan lain waktu," jelasnya saat menjadi "keynote speaker" dalam seminar internasional UNM Makassar.
Prof Saleh Bin Amman sendiri merupakan salah satu narasumber yang dihadirkan pihak Universitas Negeri Makassar dalam kegiatan yang dimulai ada pukul 09.00 Wita tersebut.
Mengenai keberhasilan Tantowi dan Liliyana yang akrab disapa Owi dan Butet itu, kata dia, tentunya bukan didapatkan dengan mudah. Hal itu membutuhkan proses panjang seperti rutin berlatih, semangat, motivasi dan sebagainya.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bisa meniru apa yang telah diraih keduanya dalam segala hal khususnya dalam prestasi bidang olahraga.
"Para generasi muda harus mampu memberikan prestasi tertinggi. Saya harapkan dari kalangan mahasiswa juga mampu memberikan prestasi dan mengharumkan nama bangsa," katanya.
Sementara itu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan menggaungkan keberhasilan pasangan ganda Indonesia Tontowi/Liliyana merebut medali emas di Olimpiade 2016 dengan harapan bisa menjadi energi bagi atlet Sulsel di PON XIX Jawa Barat.
Ia menjelaskan, kebarhasilan Owi dan Butet meraih prestasi tertinggi tentunya melalui persiapan yang matang dan keinginan besar untuk mempersemabhkan prestasi bagi bangsa dan negara ataupun daerah yang diwakilinya menjadi satu hal penting yang harus menjadi pehatian para atlet Sulsel.
"Keberhasilan ganda campuran Indonesia itu mampu meningkatkan motivasi atlet sebelum berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September mendatang," kata Ketua Pengprov PBSI Sulsel, Devo Khaddafi.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imam masjid dari Makkah akan pimpin Shalat Idul Adha 1446 H di Karebosi Makassar
05 June 2025 23:43 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal terkejut dipanggil Prabowo dan dapat tugas jadi menteri
14 October 2024 23:50 WIB, 2024
Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify berkunjung ke Indonesia
08 October 2024 10:48 WIB, 2024
Pengurus Masjid Al-Markaz jadwalkan shalat ghaib untuk pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
02 August 2024 1:10 WIB, 2024