Makassar (Antara Sulsel) - Ikatan Keluarga Pangeran Diponegoro (Ikapadi) menggelar sejumlah kegiatan untuk memperingati Haul Ke-162 Pahlawan Nasional itu.

"Kegiatan ini pertama kali digelar di Sulsel sebagai rangkaian peringatan haul Pahlawan Nasional Pangeran Dipanegoro," kata ketua panitia pelaksana kegiatan itu, Mulyono, di sela orasi penghormatan masyarakat terhadap Pangeran Dipanegoro di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Salah satu rangkaian kegiatan itu, kata dia, diskusi bertajuk "Refleksi Perjuangan Pangeran Diponegoro" yang dihadiri Raja Gowa Andi Maddusila, tokoh agama, dan perwakilan sejumlah etnis di Sulawesi Selatan. Mereka memberikan testimoni tentang perjuangan Pangeran Diponegoro

Kegiatan lainnya berupa ziarah ke kompleks makam Pangeran Diponegoro di Jalan Pangeran Diponegoro, Makassar, yang dirangkaikan dengan zikir bersama serta tauziyah.

Haul Ke-162 Pangeran Diponegoro merupakan haul pertama yang digelar Ikapadi dan akan dijadikan sebagai agenda tahunan keluarga besar itu.

Mereka juga melibatkan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalamn merespons kegiatan itu.

"Kegiatan terakhir kita melakukan ziarah ke makam, bersama tokoh masyarakat, Raja Gowa Ke-37 Andi Maddusila Andi Idjo, dan sejumlah tokoh dari FPK beserta FKUB," katanya.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Sulsel Soeprapto Budisantoso mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada Pangeran Dipanegoro sebagai Pahlawan Nasional

"Kegiatan ini ini baru pertama kita lakukan di Makassar. Acara seperti ini dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kita kepada Pahlawan Nasional kita Pangeran Diponegoro dan makamnya ada di Makassar," tutur dia.

Dia menjelaskan Haul Ke-162 Pangeran Diponegoro diperingati untuk mengingat kembali perjuangannya dalam menentang kolonialisme yang saat itu memorak-porandakan sendi-sendi kehidupan para ningrat, penguasa Keraton Yogyakarta.

Kolonialisme juga mengakibatkan masyarakat pada era kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono II-V terlantar dan sengara.

Raja Gowa Ke-37 Andi Maddusila Andi Idjo pada kesempatan itu, menyatakan prihatin dengan kondisi makam Pangeran Diponegoro di Jalan Diponegoro Makassar saat ini. Tempat itu menjadi simbol serta situs yang patut dipelihara dan dilestarikan.

"Kalau melihatnya kita miris dengan kondisi makam pahlawan kita yang sudah menyempit, sebaiknya diusulkan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk melakukan perluasan terhadap makam Pangeran Diponegoro agar bisa menjadi situs sejarah kita yang patut dilindungi dan dilestarikan," katanya.