Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar instruksikan pertanian perkotaan mendukung Program MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 12:13 WIB
Image Print
Arsip. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (tengah) saat melihat beberapa usaha urban farming yang dikelola warganya di Kecamatan Tamalate Makassar. ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Munafri Arifuddin menginstruksikan semua jajaran di wilayah itu agar berkontribusi dalam menghadirkan dan menyukseskan pertanian perkotaan (urban farming) serta memasoknya untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pertanian perkotaan ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan kebutuhan pangan sehari-hari dan nilai tambah," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Munafri Arifuddin mendorong pengembangan program pertanian perkotaan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ia menekankan Pemkot Makassar secara aktif menginstruksikan jajaran wilayah untuk menghadirkan program pertanian lahan sempit sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus menekan laju inflasi dan mendukung Program MBG.

Munafri mengapresiasi praktik urban farming yang dikembangkan oleh warga, termasuk yang dilakukan oleh Haji Ridwan bersama keluarganya.

Ia menilai konsep pertanian terintegrasi yang menggabungkan budi daya ikan, sayuran, hingga ternak, menjadi contoh konkret yang bisa direplikasi di wilayah lain.

"Ini luar biasa. Ada ayam, ikan, sayur, semua terintegrasi dalam satu kawasan. Ini harus menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang dimiliki," jelasnya.

Munafri mencontohkan di Kecamatan Tamalate, kelompok masyarakat berhasil membudidayakan kangkung dengan masa panen sekitar 20–21 hari dan mampu menghasilkan hingga 150 kilogram.

Hasil panen tersebut, lanjutnya, telah terserap oleh pasar lokal, seperti MBG yang membutuhkan pasokan rutin setiap hari. Pola kerja sama itu dinilai saling menguntungkan antara kelompok tani dan pelaku usaha.

"Ini yang kita harapkan, ada siklus ekonomi yang berjalan. Masyarakat dapat penghasilan tambahan, sementara kebutuhan pasar juga terpenuhi," katanya.

Tak hanya itu Munafri menekankan pengelolaan limbah yang dilakukan kelompok tani dengan memanfaatkan sisa makanan menjadi pupuk kompos.

Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya ekosistem pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Dia pun mendorong camat dan lurah untuk lebih aktif membuka akses serta pendampingan kepada warga agar program pertanian perkotaan semakin meluas dan terorganisir.

Selain pertanian pangan, Pemkot Makassar juga tengah mendorong pengembangan kawasan berbasis tanaman herbal. "Ini potensi besar. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi identitas wilayah, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat," ucap Munafri.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026