Kemenpupr Minta Toraja Pastikan Status Lahan Bandara
Selasa, 7 Februari 2017 16:26 WIB
Rapat Teknis Percepatan Pengembangan Pariwisata Toraja, di Makassar, Selasa (7/2). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
Makassar (Antara Sulsel) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta Pemda Tana Toraja untuk memastikan status lahan lokasi pembangunan Bandara Buntu Kuni di Mengkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Permintaan tersebut seperti yang dituturkan Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian PUPR Hadi Sucahyono, usai Rapat Teknis Percepatan Pengembangan Pariwisata Toraja, di Makassar, Selasa.
"Kami punya pengalaman, di beberapa daerah ternyata lahan tidak `clean and clear,` artinya nanti ada masyarakat yang protes sertifikatnya, ada masalah hutan lindung, dan lain sebagainya. Makanya Pemda punya pekerjaan rumah, status lahan harus jelas,"katanya.
Kepastian status lahan dan lokasi pembangunan bandara Buntu Kuni ini, kata dia, sangat penting sehingga pembangunan jalan akses menuju bandara tersebut bisa dilakukan.
"Masalah jalan ini akan menjadi prioritas oleh Kementerian PUPR yang menangani jalan nasional, tapi pastikan apakah bandara tersebut akan dibangun di sana," ucapnya.
Sementara itu, Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin mengatakan pihaknya masih akan mengkaji bandara mana yang akan dikembangkan, Bandara Pongtiku atau Buntu Kuni, yang keduanya terletak di Tana Toraja.
"Saat ini, belum ada kepastian, kami menurunkan tim yang akan mengkaji dan memutuskan secara teknis, bandara mana yang layak dikembangkan lebih lanjut," jelasnya.
Tim tersebut, lanjutnya, akan mengunjungi Tana Toraja selama dua sampai tiga hari, dan fokus mengunjungi bandara.
"Biarkanlah mereka yang ambil keputusan," ujarnya.
Sementara itu Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae meminta semua pihak untuj mendukung pembangunan bandara ini.
"Apalah artinya pariwisata di Toraja, tanpa adanya bandara Buntu Kuni," pungkasnya.
Rapat teknis tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan.
Permintaan tersebut seperti yang dituturkan Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian PUPR Hadi Sucahyono, usai Rapat Teknis Percepatan Pengembangan Pariwisata Toraja, di Makassar, Selasa.
"Kami punya pengalaman, di beberapa daerah ternyata lahan tidak `clean and clear,` artinya nanti ada masyarakat yang protes sertifikatnya, ada masalah hutan lindung, dan lain sebagainya. Makanya Pemda punya pekerjaan rumah, status lahan harus jelas,"katanya.
Kepastian status lahan dan lokasi pembangunan bandara Buntu Kuni ini, kata dia, sangat penting sehingga pembangunan jalan akses menuju bandara tersebut bisa dilakukan.
"Masalah jalan ini akan menjadi prioritas oleh Kementerian PUPR yang menangani jalan nasional, tapi pastikan apakah bandara tersebut akan dibangun di sana," ucapnya.
Sementara itu, Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin mengatakan pihaknya masih akan mengkaji bandara mana yang akan dikembangkan, Bandara Pongtiku atau Buntu Kuni, yang keduanya terletak di Tana Toraja.
"Saat ini, belum ada kepastian, kami menurunkan tim yang akan mengkaji dan memutuskan secara teknis, bandara mana yang layak dikembangkan lebih lanjut," jelasnya.
Tim tersebut, lanjutnya, akan mengunjungi Tana Toraja selama dua sampai tiga hari, dan fokus mengunjungi bandara.
"Biarkanlah mereka yang ambil keputusan," ujarnya.
Sementara itu Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae meminta semua pihak untuj mendukung pembangunan bandara ini.
"Apalah artinya pariwisata di Toraja, tanpa adanya bandara Buntu Kuni," pungkasnya.
Rapat teknis tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Saksi kasus dugaan korupsi SPAM IKK Sinjai diangkut jaksa saat hendak kabur
03 February 2026 2:49 WIB
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB
Keberangkatan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dipastikan sesuai prosedur
17 January 2026 21:33 WIB
Presiden Prabowo tiba di Medan pimpin langsung penanganan bencana alam di Sumatera
12 December 2025 7:18 WIB
Setelah viral, TNI AU pastikan tak ada aktivitas pesawat asing di bandara IMIP Morowali
27 November 2025 13:13 WIB
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar hadirkan maskapai Flyadeal pertama di Indonesia
13 November 2025 21:15 WIB
Kemenag gandeng otoritas bandara sukseskan MQK Internasional di Wajo Sulsel
14 September 2025 5:25 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Cegah banjir, BBWS Pompengan Jeneberang upayakan fungsi kanal tetap optimal
12 February 2026 20:19 WIB