Mahasiswa UNM Menjadi Pemakalah Konfrensi Internasional
Kamis, 27 April 2017 16:56 WIB
Dua mahasiswa UNM, Furry Agustini dan M Dadang Wardana Masbakar menjadi pemakalah dalam kegiatan konferensi internasional bertajuk "Save Our Generation for A better World" di Malang, Jawa Timur, pada 21-23 April 2017. (FOTO/Dok UNM)
Makassar (Antara Sulsel) - Dua mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) masing-masing Furry Agustini dan M Dadang Wardana Masbakar terpilih menjadi pemakalah dalam kegiatan konferensi internasional bertajuk "Save Our Generation for A better World" di Malang, Jawa Timur, 21-23 April 2017.
Pembantu Rektor III UNM, Syarifuddin Usman di Makassar, Kamis, mengaku mendukung prestasi dan keberanian mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan hingga level internasional tersebut.
"Dua mahasiswa kami patut diapresiasi karena telah membawa nama baik UNM, dan agar kiranya mahasiswa lain khususnya UNM sendiri dapat pula berkecimpung diberbagai kegiatan baik nasional maupun internasional" kata dia.
Pada ajang yang diadakan oleh ApsYa Confention itu, kedua mahasiswa UNM tersebut menyajikan penelitian mereka dihadapan para dosen dari berbagai negara. Keduanya terpilih setelah melewati beberapa kali seleksi yaitu abstrak dan full paper.
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kalangan mahasiswa hingga dosen diseluruh negara. Output dari kegiatan ini yaitu publikasi penelitian kedalam jurnal internasional.
Sebelumnya, tiga Mahasiswa asal Universitas Negeri Makassar(UNM) wakili Indonesia dalam Konfrensi dan Seminar Internasional Praktisi Sains dan Literasi Dunia di Seoul National University, Korea Selatan, 9 hingga 11 Februari 2017.
Mahasiswa UNM yang juga salah satu peserta seminar, Iwan Setiawan, menyatakan selain dirinya juga dua rekan sesama mahasiswa UNM yakni Amal Jaya, dan Ummu Kalsum Salam.
"Kegiatan yang diadakan Korean Association for Science Education (KASE) ini mengajak seluruh professor, peneliti, dan aktivis akademisi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan untuk berkolaborasi sebagai upaya pemecahan masalah alam lingkup pendidikan, khususnya Pendidikan Sains," ujarnya.
Ia menjelaskan, ketiganya berhasil lolos dalam tahap seleksi yang dilakukan dan menjadi repsentasi Indonesia dalam kegiatan tersebut, yakni dengan mempresentasikan karya tulis ilmiah yang berjudul Free-gram (Free Chemical Practice Program): Improving Students Comprehension in Chemistry by Using Computer-Based Program to Visualize the Conceptual Teaching Material.
Karya tulis yang mengangkat tentang penerapan teknologi aplikasi digital dalam dunia sains tersebut ditujukan sebagai upaya menumbuhkembangkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Kimia.
Free-gram sendiri merupakan aplikasi yang dibuat khusus sebagai media belajar pendamping yang mampu menyuguhkan pengalaman belajar yang menyenangkan serta aman bagi siswa.
Pembantu Rektor III UNM, Syarifuddin Usman di Makassar, Kamis, mengaku mendukung prestasi dan keberanian mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan hingga level internasional tersebut.
"Dua mahasiswa kami patut diapresiasi karena telah membawa nama baik UNM, dan agar kiranya mahasiswa lain khususnya UNM sendiri dapat pula berkecimpung diberbagai kegiatan baik nasional maupun internasional" kata dia.
Pada ajang yang diadakan oleh ApsYa Confention itu, kedua mahasiswa UNM tersebut menyajikan penelitian mereka dihadapan para dosen dari berbagai negara. Keduanya terpilih setelah melewati beberapa kali seleksi yaitu abstrak dan full paper.
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kalangan mahasiswa hingga dosen diseluruh negara. Output dari kegiatan ini yaitu publikasi penelitian kedalam jurnal internasional.
Sebelumnya, tiga Mahasiswa asal Universitas Negeri Makassar(UNM) wakili Indonesia dalam Konfrensi dan Seminar Internasional Praktisi Sains dan Literasi Dunia di Seoul National University, Korea Selatan, 9 hingga 11 Februari 2017.
Mahasiswa UNM yang juga salah satu peserta seminar, Iwan Setiawan, menyatakan selain dirinya juga dua rekan sesama mahasiswa UNM yakni Amal Jaya, dan Ummu Kalsum Salam.
"Kegiatan yang diadakan Korean Association for Science Education (KASE) ini mengajak seluruh professor, peneliti, dan aktivis akademisi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan untuk berkolaborasi sebagai upaya pemecahan masalah alam lingkup pendidikan, khususnya Pendidikan Sains," ujarnya.
Ia menjelaskan, ketiganya berhasil lolos dalam tahap seleksi yang dilakukan dan menjadi repsentasi Indonesia dalam kegiatan tersebut, yakni dengan mempresentasikan karya tulis ilmiah yang berjudul Free-gram (Free Chemical Practice Program): Improving Students Comprehension in Chemistry by Using Computer-Based Program to Visualize the Conceptual Teaching Material.
Karya tulis yang mengangkat tentang penerapan teknologi aplikasi digital dalam dunia sains tersebut ditujukan sebagai upaya menumbuhkembangkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Kimia.
Free-gram sendiri merupakan aplikasi yang dibuat khusus sebagai media belajar pendamping yang mampu menyuguhkan pengalaman belajar yang menyenangkan serta aman bagi siswa.
Pewarta : Abd Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Save the Children kritik Pemerintah Inggris karena abstain soal gencatan senjata Gaza
09 December 2023 17:26 WIB, 2023
Pemkot Makassar dan "save the children" penanganan sampah elektronik
17 February 2023 18:08 WIB, 2023
Upaya menyelamatkan anak-anak dari limbah elektronik berbahaya di Makassar
16 February 2023 23:48 WIB, 2023
Save The Children Indonesia inisiasi JSA Sulsel dukung pemberitaan Ramah Anak
16 May 2022 20:07 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB