Dekopin Jadikan Bulo Model Produ Koperasi Nasional
Kamis, 13 Juli 2017 17:26 WIB
Jakarta (Antara Sulsel) - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan menjadikan program Badan Usaha Lorong (BULo) sebagai percontohan produk koperasi baru di Indonesia.
"Kami akan jadikan ini model di seluruh Indonesia," kata Ketua Dekopin Pusat Nurdin Halid dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan hal itu di sela penyelenggaraan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (12/7).
Menurut Nurdin, program yang digagas oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto merupakan usaha kebersamaan yang besar manfaatnya bagi masyarakat karena meningkatkan taraf hidup masyarakat kecil (lorong).
Terlebih jika bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang tengah diperjuangkan agar bisa turun hingga 7 persen pada 2018 mendatang.
"BULo adalah usaha rakyat yang sangat luar biasa. Nanti kita agunkan dengan KUR. Jika KUR 7 persen, maka BULo akan semakin berkembang," ujarnya.
Nurdin menuturkan, sebagai wadah pengembangan BULo, pihaknya berencana membentuk Rumah Koperasi seantero Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar.
Rumah Koperasi itu akan menjadi wadah pemasaran hasil produksi masyarakat di lorong-lorong.
"Nanti ada wadah, kita siapkan pendamping untuk mendampingi mereka dalam menciptakan wadah pemasaran sehingga kalau produksi sudah ada pikirkan," jelasnya.
Menurut dia, keberadaan BULo saat ini diakui tidak bergantung pada kredit karena pengembangannya hanya membutuhkan semangat kegotongroyongan masyarakat.
"Ini usaha hanya menaman cabai dan sayur mayur. Tapi hasilnya itu sangat luar biasa untuk masyarakat, baik untuk meningkatkan pendapatan atau lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan," ucapnya.
Saat ini telah ada 700 BULo yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar. Masyarakat secara swadaya dan swadana mengembangkan BULo di lorongnya yang hasilnya dapat dinikmati oleh mereka.
"Kami akan jadikan ini model di seluruh Indonesia," kata Ketua Dekopin Pusat Nurdin Halid dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan hal itu di sela penyelenggaraan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (12/7).
Menurut Nurdin, program yang digagas oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto merupakan usaha kebersamaan yang besar manfaatnya bagi masyarakat karena meningkatkan taraf hidup masyarakat kecil (lorong).
Terlebih jika bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang tengah diperjuangkan agar bisa turun hingga 7 persen pada 2018 mendatang.
"BULo adalah usaha rakyat yang sangat luar biasa. Nanti kita agunkan dengan KUR. Jika KUR 7 persen, maka BULo akan semakin berkembang," ujarnya.
Nurdin menuturkan, sebagai wadah pengembangan BULo, pihaknya berencana membentuk Rumah Koperasi seantero Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar.
Rumah Koperasi itu akan menjadi wadah pemasaran hasil produksi masyarakat di lorong-lorong.
"Nanti ada wadah, kita siapkan pendamping untuk mendampingi mereka dalam menciptakan wadah pemasaran sehingga kalau produksi sudah ada pikirkan," jelasnya.
Menurut dia, keberadaan BULo saat ini diakui tidak bergantung pada kredit karena pengembangannya hanya membutuhkan semangat kegotongroyongan masyarakat.
"Ini usaha hanya menaman cabai dan sayur mayur. Tapi hasilnya itu sangat luar biasa untuk masyarakat, baik untuk meningkatkan pendapatan atau lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan," ucapnya.
Saat ini telah ada 700 BULo yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar. Masyarakat secara swadaya dan swadana mengembangkan BULo di lorongnya yang hasilnya dapat dinikmati oleh mereka.
Pewarta : Ade Irma Junida
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekopin Sulsel mengapresiasi Pj Gubernur terhadap gerakan koperasi
15 September 2024 14:21 WIB, 2024
Dekopinda Sinjai Sulsel dorong digitalisasi mewujudkan koperasi modern
24 October 2022 16:09 WIB, 2022
Airlangga Hartarto : Kartu Pra Kerja buka kesempatan masyarakat bekerja
13 November 2019 13:07 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB