Makassar (Antara Sulsel) - Dua orang mahasiswa Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berhasil keluar sebagai juara pada Musabaqoh Tilawatil Qur'an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV di Malang, Jawa Timur.
"Alhamdulillah, anak-anaku kembali meraih sukses dan mendapatkan kebanggan karena bisa menjadi juara di MTQMN di Malang," ujar Dekan FTI-UMI Makassar, Ir Zakir Sabara HW, MT, IPM ASEAN Eng di Makassar, Jumat.
Dua mahasiswanya yang berhasil menjadi juara yakni, Andi Rina Ayu Astuti dan Fasdilah Ali dengan meraih juara harapan satu musabaqah karya tulis ilmiah kandungan Al-Quran.
Ia mengatakan, juara harapan satu yang berhasil diraih oleh dua anak didiknya itu tidaklah buruk karena karya tulis ilmiahnya itu mendapat respon positif dari para juri.
Walaupun belum mampu meraih juara satu, namun prestasi mahasiswa teknik kimia FTI UMI sudah membanggakan, di mana untuk pertama kalinya ada mahasiswa FTI UMI meraih penghargaan pada ajang nasional di MTQMN.
Apalagi, lanjut dia, tahun ini persaingannya sangat ketat, perguruan tinggi yang ikut lebih banyak dibandingkan dengan MTQMN sebelumnya saat digelar.
"Ini awal yang baik, saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras mereka, mereka sudah berjuang dan telah memberikan yang terbaik buat FTI dan UMI," katanya.
Sementara itu, Andi Rina Ayu Astuti mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan prestasi ini dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberinya dukungan termasuk dari fakultasnya.
"Alhamdulillah, inilah hasil maksimal yang dapat kami persembahkan untuk almamater kami. Apa yang kami peroleh sebagai juara harapan satu sungguh sangat menggembirakan karena dari 50 perguruan tinggi yang lolos karya tulis ilmiah ke final, kami berada diurutan keempat," ungkapnya.
Adapun hasil penelitian kedua mahasiswa itu yang mengangkat judul "Pembuatan Sel Surya Berbahan Dasar Zat Warna Buah Buni (Antidesma bunius L)" menjadi salah satu yang terbaik.
"Inspirasi energi terbarukan dari QS An Nur : 35 dan QS Yasin : 80, dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan dapat bermanfaat untuk kita semua. Ini membuktikan bahwa Alquran merupakan inspirasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ucapnya.
"Alhamdulillah, anak-anaku kembali meraih sukses dan mendapatkan kebanggan karena bisa menjadi juara di MTQMN di Malang," ujar Dekan FTI-UMI Makassar, Ir Zakir Sabara HW, MT, IPM ASEAN Eng di Makassar, Jumat.
Dua mahasiswanya yang berhasil menjadi juara yakni, Andi Rina Ayu Astuti dan Fasdilah Ali dengan meraih juara harapan satu musabaqah karya tulis ilmiah kandungan Al-Quran.
Ia mengatakan, juara harapan satu yang berhasil diraih oleh dua anak didiknya itu tidaklah buruk karena karya tulis ilmiahnya itu mendapat respon positif dari para juri.
Walaupun belum mampu meraih juara satu, namun prestasi mahasiswa teknik kimia FTI UMI sudah membanggakan, di mana untuk pertama kalinya ada mahasiswa FTI UMI meraih penghargaan pada ajang nasional di MTQMN.
Apalagi, lanjut dia, tahun ini persaingannya sangat ketat, perguruan tinggi yang ikut lebih banyak dibandingkan dengan MTQMN sebelumnya saat digelar.
"Ini awal yang baik, saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras mereka, mereka sudah berjuang dan telah memberikan yang terbaik buat FTI dan UMI," katanya.
Sementara itu, Andi Rina Ayu Astuti mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan prestasi ini dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberinya dukungan termasuk dari fakultasnya.
"Alhamdulillah, inilah hasil maksimal yang dapat kami persembahkan untuk almamater kami. Apa yang kami peroleh sebagai juara harapan satu sungguh sangat menggembirakan karena dari 50 perguruan tinggi yang lolos karya tulis ilmiah ke final, kami berada diurutan keempat," ungkapnya.
Adapun hasil penelitian kedua mahasiswa itu yang mengangkat judul "Pembuatan Sel Surya Berbahan Dasar Zat Warna Buah Buni (Antidesma bunius L)" menjadi salah satu yang terbaik.
"Inspirasi energi terbarukan dari QS An Nur : 35 dan QS Yasin : 80, dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan dapat bermanfaat untuk kita semua. Ini membuktikan bahwa Alquran merupakan inspirasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ucapnya.