Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar segera terapkan teknologi Jepang untuk mitigasi banjir

Jumat, 28 November 2025 16:34 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama pihak Nomura Kyogo teken LoI (Letter of Intent) Nihon Suido Consultants Co., LTD terkait mitigasi bencana banjir Makassar, yang dilakukan di Jepang, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar siap menerapkan teknologi sensor melalui implementasi Smart JAMP Sensor yang berasal dari Jepang untuk memitigasi bencana banjir yang kerap melanda ibu kota Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

Pemkot Makassar resmi menyatakan minat dan kesiapan mengadopsi teknologi canggih berbasis informasi real-time untuk pengelolaan banjir seiring ditandai LoI (Letter of Intent) Nihon Suido Consultants Co Ltd yang diwakili oleh Nomura Kyogo dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Jepang.

"Kami telah menandatangani inisiatif bersama antara perusahaan LoI dengan Nihon Suido dan Pemkot Makassar, untuk fokus pada sistem penanganan banjir air hujan secara real time di Kota Makassar," ujar Munafri melalui keterangan resminya yang diterima di Makassar, Jumat.

Dalam rangkaian lawatannya menghadiri Asia Smart City Conference (ASCC) 2025 di Yokohama, Jepang, Munafri Arifuddin kembali menegaskan arah pembangunan tersebut lewat langkah strategis, salah satunya kerja sama dengan Nihon Suido Tokyo, Jepang.

Kerja sama ini bukan hanya simbol kolaborasi internasional, kata dia, tetapi merupakan komitmen menghadirkan sistem mitigasi banjir yang lebih modern, cepat, dan berbasis data real time.

Ia menyebut kerja sama tersebut juga menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem mitigasi bencana, khususnya banjir yang kerap mengancam Kota Makassar.

"Saya harap ini bukan hanya sekadar tanda tangan kerja sama, tetapi harus ada aksi nyata untuk membantu deteksi dan pencegahan banjir bagi warga Makassar," katanya.

Perusahaan asal Jepang tersebut memiliki sistem real time manajemen banjir berbasis GIS (Geographic Information System) yang mampu memantau kondisi banjir secara langsung, memberikan data presisi, serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan.

Sistem ini disebut telah berhasil diterapkan di sejumlah negara, dan kini masuk ke Makassar, sebagai langkah strategis meningkatkan ketangguhan kota terhadap risiko banjir.

Lewat rencana implementasi Smart JAMP Sensor, kata dia, Kota Makassar menuju tata kelola penanganan banjir yang lebih cepat dan responsif, sekaligus memperkuat komitmen kota dalam membangun masa depan yang lebih aman, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Appi, sapaan Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen kuat Pemkot Makassar dalam menghadirkan sistem penanganan banjir yang lebih cepat, modern, dan responsif melalui kolaborasi internasional.

Munafri mengapresiasi langkah awal kerja sama tersebut, khususnya terkait penerapan sistem pendeteksi banjir berbasis real time di Kota Makassar tahun ini.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026