Mamuju (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat edukasi literasi digital bagi masyarakat sebagai upaya mencegah terulang kasus penipuan daring (online).
"Peristiwa tragis seorang wanita di Polewali Mandar yang diduga bunuh diri usai tertipu belanja daring, menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam bertransaksi digital," kata Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Sulbar Muhammad Ridwan Djafar di Mamuju, Selasa.
Dia mengatakan peningkatan aktivitas digital masyarakat perlu diimbangi dengan pemahaman keamanan berinternet dan kemampuan mengenali modus penipuan daring.
Kasus yang dialami perempuan di Polewali Mandar itu, katanya, menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, akan tetapi juga memahami risikonya.
"Diskominfo Sulbar akan terus memperkuat sosialisasi tentang keamanan transaksi digital, cara berbelanja aman di e-commerce, serta langkah pelaporan kejahatan siber," ujar dia.
Edukasi digital, kata dia, tak hanya dilakukan melalui sosialisasi langsung, akan tetapi juga melalui media sosial Diskominfo Provinsi Sulbar.
"Kanal tersebut menjadi sarana efektif untuk menyebarkan informasi edukatif terkait keamanan digital agar pesan pencegahan menjangkau masyarakat lebih luas," katanya.
Ia mengatakan salah satu program unggulan Diskominfo Sulbar, yakni Sekolah Internet Kelompok Informasi Masyarakat (Senter KIM), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital di seluruh kabupaten di Sulbar.
"Senter KIM menjadi ruang diskusi sekaligus jembatan informasi antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin mendorong masyarakat agar semakin cakap digital, tidak hanya mengakses informasi tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif," katanya.
Pada era digital saat ini, kata dia, informasi bahkan telah melampaui uang sebagai kekuatan utama.
"Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa hoaks dan mis-informasi. Karena itulah KIM harus hadir sebagai benteng literasi digital di tengah masyarakat," katanya.
Menurut Ridwan Djafar, dampak pemerataan akses internet memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif, sehingga masyarakat perlu dibekali dengan kecakapan digital dan kesadaran etika berinternet.
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), katanya, berperan penting sebagai penyaring informasi sekaligus penyambung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
"KIM hadir karena tidak semua hal bisa dijangkau langsung oleh pemerintah. Di sinilah KIM berperan aktif menjadi jembatan sekaligus filter informasi sebelum dikonsumsi masyarakat luas," ujar dia.
Melalui penguatan literasi digital dan peran aktif Senter KIM, ia berharap, masyarakat, khususnya generasi muda, lebih siap menghadapi dinamika dunia digital secara aman dan bertanggung jawab.
Pada Minggu (2/11), seorang perempuan berinisial RS (19), warga Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, ditemukan tewas tergantung bersama selembar surat dalam kamarnya, setelah diduga menjadi korban penipuan melalui media sosial.
Dalam surat tersebut, RS mengaku mengalami depresi setelah tertipu transaksi daring melalui aplikasi Telegram, yang telah mengirim sejumlah uang kepada pihak yang menjanjikan imbalan Rp24 juta.

