Buku Hidup Damai Di Negeri Multikultur Dibedah
Sabtu, 25 November 2017 14:41 WIB
Makassar (Antara Sulsel) - Buku Hidup Damai di Negeri Multikultur yang ditulis Forum Alumni Muslim Exchange, Program (MEP) Australia-Indonesia telah diluncurkan di Kedutaan Besar Australia beberapa bulan lalu akan dibedah di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada 27 November 2017.
"Buku ini berisi pengalaman dari peserta MEP sangat penting untuk mempererat jejaring para tokoh muda Muslim di Indonesia dan Australia serta memperkuat kemitraan strategis antarkedua negara," kata Ketua Forum Alumni MEP Australia-Indonesia, Yanuardi Syukur, Sabtu.
Inisiator buku tersebut mengemukakan, buku ini dikerjakan selama dua tahun dengan kontribusi 77 penulis Indonesia dan Australia serta diberi kata pengantar oleh Dubes Australia Mr. Paul Grigson dan Pendiri MEP Prof (emeritus) Virginia Hooker serta epilog dari Program Manager MEP Rowan Gould dan Brynna Rafferty-Brown.
Rencananya, diskusi dan bedah buku di Makassar akan dibuka Konjen Australia di Makassar Mr Richard Mathews, serta diisi alumni MEP, seperti dirinya, Farinia Fianto, Aan Rukmana dan Guru Besar UIN Alauddin lulusan The Australian National University Prof Hamdan Juhannis.
Dalam buku tersebut para penulis bercerita bagaimana kesan, pendapat, dan ide-ide mereka terkait pentingnya kerjasama antar masyarakat Indonesia dan Australia.
Di antara mereka ada yang membahas tentang harmoni, dakwah, kehidupan multikultural, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan lain sebagainya. Mereka bercerita tentang apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan selama mengikuti program MEP.
Buku ini merupakan inisiatif yang penting dalam upaya untuk merawat dan menjaga hubungan baik antara dua negara lewat peran para tokoh muda muslim," sambung Aan Rukmana.
Sementara Farinia Fianto menuturkan program MEP berguna untuk menumbuhkan semangat berprestasi dan berkontribusi bagi anak muda Indonesia.
"Di tengah tantangan global, saat ini dibutuhkan sekali peran anak muda Muslim untuk berjejaring dan berkontribusi pada perdamaian dan kerjasama di tingkat yang lebih luas,"tutur Farinia, lulusan Leiden University, Belanda itu.
Sebelum di Makassar, melalui Australia Grant Scheme (AGS), buku Hidup Damai di Negeri Multikultur ini telah dibedah di Jakarta tepatnya di Universitas Paramadina pada 25 Septemnber 2017 dan akan dilanjutkan di Makassar tepatnya Kampus UIN Alauddin dengan menghadirkan para alumni MEP.
Di Jakarta, kegiatan diskusi buku ini diselenggarakan oleh Forum Alumni MEP Australia-Indonesia dengan supporting dari program Australia Grant Scheme (AGS) Australia Awards Indonesia bekerjasama dengan Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC).
Sementara itu di Makassar bekerja sama dengan UKM Seni Budaya ESA dan Washilah serta berkoordinasi dengan Konjen Australia di Makassar.
"Buku ini berisi pengalaman dari peserta MEP sangat penting untuk mempererat jejaring para tokoh muda Muslim di Indonesia dan Australia serta memperkuat kemitraan strategis antarkedua negara," kata Ketua Forum Alumni MEP Australia-Indonesia, Yanuardi Syukur, Sabtu.
Inisiator buku tersebut mengemukakan, buku ini dikerjakan selama dua tahun dengan kontribusi 77 penulis Indonesia dan Australia serta diberi kata pengantar oleh Dubes Australia Mr. Paul Grigson dan Pendiri MEP Prof (emeritus) Virginia Hooker serta epilog dari Program Manager MEP Rowan Gould dan Brynna Rafferty-Brown.
Rencananya, diskusi dan bedah buku di Makassar akan dibuka Konjen Australia di Makassar Mr Richard Mathews, serta diisi alumni MEP, seperti dirinya, Farinia Fianto, Aan Rukmana dan Guru Besar UIN Alauddin lulusan The Australian National University Prof Hamdan Juhannis.
Dalam buku tersebut para penulis bercerita bagaimana kesan, pendapat, dan ide-ide mereka terkait pentingnya kerjasama antar masyarakat Indonesia dan Australia.
Di antara mereka ada yang membahas tentang harmoni, dakwah, kehidupan multikultural, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan lain sebagainya. Mereka bercerita tentang apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan selama mengikuti program MEP.
Buku ini merupakan inisiatif yang penting dalam upaya untuk merawat dan menjaga hubungan baik antara dua negara lewat peran para tokoh muda muslim," sambung Aan Rukmana.
Sementara Farinia Fianto menuturkan program MEP berguna untuk menumbuhkan semangat berprestasi dan berkontribusi bagi anak muda Indonesia.
"Di tengah tantangan global, saat ini dibutuhkan sekali peran anak muda Muslim untuk berjejaring dan berkontribusi pada perdamaian dan kerjasama di tingkat yang lebih luas,"tutur Farinia, lulusan Leiden University, Belanda itu.
Sebelum di Makassar, melalui Australia Grant Scheme (AGS), buku Hidup Damai di Negeri Multikultur ini telah dibedah di Jakarta tepatnya di Universitas Paramadina pada 25 Septemnber 2017 dan akan dilanjutkan di Makassar tepatnya Kampus UIN Alauddin dengan menghadirkan para alumni MEP.
Di Jakarta, kegiatan diskusi buku ini diselenggarakan oleh Forum Alumni MEP Australia-Indonesia dengan supporting dari program Australia Grant Scheme (AGS) Australia Awards Indonesia bekerjasama dengan Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC).
Sementara itu di Makassar bekerja sama dengan UKM Seni Budaya ESA dan Washilah serta berkoordinasi dengan Konjen Australia di Makassar.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Murid SD di NTT ditemukan tewas karena tak bisa beli buku, ini tanggapan warga Makassar
06 February 2026 7:46 WIB
Kemenkum Sulbar beri perlindungan hukum dengan bantu daftarkan hak cipta 12 buku
27 January 2026 16:27 WIB
UMI kolaborasi UM Malaysia meluncurkan buku "Bugis Islam in the Malay World"
23 October 2025 18:12 WIB
Tingkatkan literasi, PT Vale serahkan donasi buku untuk anak di Loeha Raya
21 October 2025 13:10 WIB
PLN UIP Sulawesi bagikan ratusan buku guna tingkatkan literasi anak negeri
11 October 2025 21:01 WIB
Gramedia Panakkukang gelar 'Semesta Buku', ajak masyarakat tingkatkan literasi
03 October 2025 7:32 WIB
Prabowo prihatin anak keluarga kurang mampu harus menulis kecil demi hemat buku
30 July 2025 11:05 WIB
Gubernur Sulbar wajibkan siswa SMA/SMK sederajat baca 20 buku sebagai syarat kelulusan
13 July 2025 13:50 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019