APJII : Indonesia mesti buat medsos lokal
Selasa, 3 April 2018 14:18 WIB
Facebook diguncang skandal manipulasi data oleh Cambridge Analytica. (Reuters)
Jakarta (Antaranews Sulsel) - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai kasus kebocoran data jutaan pengguna Facebook yang digunakan oleh perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica untuk kepentingan kampanye Donald Trump pada pemlihan presiden Amerika Serikat 2016 dapat dimaknai sebagai momentum kemunculan media sosial yang dibuat talenta dalam negeri.
"Kebocoran data itu adalah momentum untuk mengevaluasi Facebook. Apalagi, Facebook juga tercatat sebagai pemilik Whatsapp dan Instagram. Sebaiknya ini juga jadi momentum kebangkitan media sosial Indonesia. Jangan sampai masyarakat Indonesia hanya jadi pengguna saja," kata Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APJII Tedi Supardi Muslih, dalam keterangan tertulis.
Data APJII menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2017 telah mencapai 143,26 juta dari total jumlah penduduk 262 juta jiwa. Kebanyakan pengguna internet menggunakan media sosial untuk berinteraksi.
Dengan demografi tersebut, dia menilai Indonesia sebaiknya tidak hanya menjadi konsumen, namun juga berkreasi dengan membuat media sosial sendiri.
Indonesia, masih menurut Tedi, dapat mencontoh langkah China yang membuat sendiri media sosial maupun mesin pencari, seperti Baidu, Weibo dan WeChat.
Separuh pengguna internet Indonesia sepanjang 2017 berdasarkan data APJII adalah generasi milenial (49,52 persen).
"Kebocoran data itu adalah momentum untuk mengevaluasi Facebook. Apalagi, Facebook juga tercatat sebagai pemilik Whatsapp dan Instagram. Sebaiknya ini juga jadi momentum kebangkitan media sosial Indonesia. Jangan sampai masyarakat Indonesia hanya jadi pengguna saja," kata Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APJII Tedi Supardi Muslih, dalam keterangan tertulis.
Data APJII menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2017 telah mencapai 143,26 juta dari total jumlah penduduk 262 juta jiwa. Kebanyakan pengguna internet menggunakan media sosial untuk berinteraksi.
Dengan demografi tersebut, dia menilai Indonesia sebaiknya tidak hanya menjadi konsumen, namun juga berkreasi dengan membuat media sosial sendiri.
Indonesia, masih menurut Tedi, dapat mencontoh langkah China yang membuat sendiri media sosial maupun mesin pencari, seperti Baidu, Weibo dan WeChat.
Separuh pengguna internet Indonesia sepanjang 2017 berdasarkan data APJII adalah generasi milenial (49,52 persen).
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkominfo: Penghitungan kecepatan internet paling belakang di Asia Tenggara tak adil bagi Indonesia
02 October 2023 20:54 WIB, 2023
Ketum APJII sarankan pengembangan aplikasi pesan elektronik buatan Indonesia
26 October 2022 12:04 WIB, 2022
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019