Logo Header Antaranews Makassar

Cuaca Makassar Capai 36 Derajat Celcius

Kamis, 5 November 2009 22:09 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kondisi cuaca kota Makassar saat ini mencapai 36 derajat Celcius, hal ini disebabkan kemunduran musim hujan yang diperkirakan baru terjadi pertengahan November ini.

"Ada beberapa penyebab, salah satunya Makassar saat ini tengah memasuki masa peralihan musim," kata Staf Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah IV Makassar Sujarwo di Makassar, Kamis.

Menurut dia, tingginya suhu panas di Makassar dan sekitarnya disebabkan oleh posisi matahari yang dianggap paling optimal menyinari sebagian di wilayah selatan khatulistiwa termasuk kota Makassar.

Untuk itu, BMG menyarankan agar masyarakat menghindari panas matahari mulai pukul 12.00 hingga 14.00 Wita, disebabkan panas matahari tidak seperti posisi panas sebelumnya.

Apalagi, sejumlah pakar kesehatan mengatakan panas di atas 35 derajat Celcius cukup berbahaya bagi penderita alergi matahari karena dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan mengarah pada kanker kulit.

BMG pusat sebelumnya telah memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia diguyur hujan dalam beberapa hari ini termasuk seluruh kota besar di Pulau Sulawesi, dan Makassar memiliki suhu terpanas dibanding kota-kota lainnya di Sulawesi.

Berdasarkan data BMG, Manado hujan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, Gorontalo Hujan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, Palu hujan dengan suhu 23-33 derajat celcius, Kendari Hujan dengan suhu 23-31 derajat Celcius, Majene hujan dengan suhu 24-31 derajat Celcius, dan Makassar dengan suhu 23-35 derajat Celcius.

Sementara angin di Sulawesi berhembus sedang dengan kecepatan 15 knot atau 27,78 kilometer per jam, berhembus dari arah tenggara. Angin dari wilayah perairan sebelah tenggara yang hangat membawa butiran air sehingga membentuk awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bagian utara.

Tingginya suhu udara panas dan cuaca yang cenderung tidak menentu, sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Makassar mengingatkan warga kota terhadap penyakit inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA) yang sangat rentan terjadi akibat kondisi ini menimbulkan polusi tinggi.

(T.PK-HK/Z002)