PLN hadirkan perahu listrik wisata Rammang-rammang

id pln makassar,perahu listrik,rammang-rammang, PLN Sektor Pembangkit Tello, Fatahuddin Yogi Amibowo

Pengunjung mencoba perahu jolloro bermesin listrik Selfy Boat yang disosialisasikan PLN di kawasan wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (10/718). (FOTO Istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - PLN Area Makassar Utara bersinergi dengan PLN Sektor Pembangkitan Tello melakukan inovasi dengan menghadirkan Selfy Boat (Smart Electrify Boat) sebagai bagian sosialisasi penggunaan mesin perahu listrik di kawasan Wisata Karst Rammang-rammang, Maros, Sulawesi Selatan.

"Selfy Boat atau perahu bermesin listrik ini terbukti lebih ekonomis dan minim kebisingan akibat suara yang ditimbulkan oleh mesin perahu," sebut Manajer PLN Sektor Pembangkit Tello, Fatahuddin Yogi Amibowo, Rabu.

Menurut dia, kendala bagi Komunitas Jolloro atau sebutan pemilik dan pengguna perahu tradisonal itu adalah sulitnya memberikan penjelasan kepada wisatawan saat berkeliling Sungai Salenrang.

Hal ini disebabkan suara mesin perahu bising karena masih menggunakan mesin Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu untuk mesin BBM diperlukan pengeluaran sebesar Rp10 ribu untuk bahan bakar, belum termasuk biaya pelumas dan biaya perawatan.

"Bila dibandingkan Selfy Boat ini terbukti lebih ekonomis dan minim kebisingan akibat suara yang ditimbulkan oleh mesin perahu," ujarnya menjelaskan.

Yogi Amibowo menambahkan apabila masyarakat butuh penjelasan lebih lanjut, pihak PLN bersedia untuk memberi bimbingan dalam hal pemasangan serta perawatannya.

Sementara Asmen Pelayanan dan Administrasi PLN Makassar Utara, Hardi menjelaskan, Selfy Boat tersebut memberikan keuntungan dibandingkan menggunakan perahu motor berbahan bakar minyak.

Keunggulan dari perahu listrik yaitu, biaya operasional rendah karena mesin listrik dengan tenaga penggerak aki yakni setengah harga dari perahu motor berbahan bakar minyak.

Bebas polusi karena tanpa gas buang. dan Terhindar dari kebisingan suara mesin. Bahkan perahu lebih tahan lama karena bebas getaran.

"Sedangkan perbedaan antara mesin listrik dan mesin berbahan bakar minyak, biaya sekali perjalanan dari dermaga ke tempat tujuan wisata Karst dengan mesin listrik bila dihitung hanya Rp2.420, jauh lebih hemat dari mesin menggunakan BBM," beber dia.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Rammang-rammang, Maros, Iwan, menyampaikan terima kasih karena satu permasalahan dapat terselesaikan dengan adanya mesin perahu listrik yang ekonomis dan bebas kebisingan.

"Semoga dengan adanya Selfy Boat ini, ke depan dapat menunjang Kawasan Wisata Rammang-rammang sebagai kawasan wisata Best Community Tourism," papar Iwan.

Program tersebut selain untuk memberikan keuntungan finansial bagi pemilik perahu, juga sebagai upaya untuk mendukung kampanye Go Green dengan menjadikan tempat wisata Rammang-rammang sebagai Green River, serta mewujudkan 100 persen elektrifikasi perahu listrik di wilayah ramang rammang.

Sedangkan untuk ketersediaan daya listrik, pemilik kapal tidak perlu khawatir untuk pengisian aki atau baterai karena telah tersedia infrastruktur penunjang yakni Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di lokasi setempat.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar