Makassar kota pertama promosi "Belok Kanan Barcelona"

id deva mahenra,bintang belok kanan barcelona,makassar kota pertama promosi film belok kanan barcelona

Bintang film Belok Kanan Barcelona, Deva Mahenra (Antara News)

Jadi jangan hanya Jakarta melulu sehingga kemudian dicari daerah yang memiliki banyak penonton. Tentu ada data terkait jumlah penonton di Makassar, apalagi bisa kita lihat sendiri bagaimana animo Makassar yang selalu menyambut film film-film Indonesi
Makassar (Antaranews Sulsel) - Kota Makassar patut berbangga menjadi lokasi pertama promosi film" Belok Kanan Barcelona" yang akan ditayangkan serentak pada 20 September 2018.

Bintang film Belok Kanan Barcelona, Deva Mahenra di Makassar, Sabtu, mengatakan dipilihnya kota yang dipimpin oleh Moh Ramdhan Pomanto itu sebagai lokasi promo dikarenakan antusiasme masyarakat Kota Daeng yang begitu tinggi terhadap perfilman tanah air.

"Secara kualitas dan jumlah penonton, perfilman tanah air memang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Jika tahun 2016 sudah mencapai 40 juta penonton, angka itu naik sebanyak 60 juta di  2017 dimana Makassar salah satu penyumbang terbesar penonton film Indonesia," kata pemeran Ucup di film tersebut.

Ia menjelaskan, dengan semakin menjanjikannya respon penonton setiap tahun yang tidak lagi terfokus di Jakarta, membuatnya semakin optimis.

"Jadi jangan hanya Jakarta melulu sehingga kemudian dicari daerah yang memiliki banyak penonton. Tentu ada data terkait jumlah penonton di Makassar, apalagi bisa kita lihat sendiri bagaimana animo Makassar yang selalu menyambut film film-film Indonesia," jelasnya.

Terkait perjalanan selama syuting di empat benua, dirinya mengaku me galami kejadian yang luar biasa yakni mengalami sendiri kejadian badai pasir di Maroko.

"Saya juga mengalami pengalaman yang begitu indah saat menjalankan ibadah puasa di sana. Saya juga merasakan sendiri kejadian badai pasir yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," ujar bintang film asal Makassar tersebut.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar