Logo Header Antaranews Makassar

LPMAK Bangun Sarana Air Bersih di Mimika

Kamis, 18 Desember 2008 07:27 WIB
Image Print

Timika, Papua,(ANTARA Sulsel) - Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) baru-baru ini membangun 244 sarana air bersih dan fasilitas sanitasi lingkungan berupa MCK (mandi, cuci, kakus) pada tiga kampung di Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LPMAK, Jeremias Imbiri kepada ANTARA di Timika, Kamis, mengatakan ratusan sarana air bersih dan fasilitas sanitasi lingkungan dibangun LPMAK di Kampung Aramsolki, Amungun dan Fakafuku. "Setiap tahun LPMAK mengucurkan dana yang cukup besar untuk membangun berbagai infrastruktur dan penyediaan fasilitas kebutuhan dasar bagi masyarakat suku Amungme dan Kamoro di Kabupaten Mimika," jelas Imbiri.

Saat peresmian sarana air bersih dan fasilitas MCK di Distrik Agimuga yang berlangsung Senin (15/12) itu, hadir sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Mimika, diantaranya Bupati Mimika, Klemen Tinal SE MM, Ketua DPRD Mimika, Drs. Yoseph Yopi Kilangin, serta Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Erens Meokbun.

Rombongan Bupati Mimika yang menumpang helikopter dari Timika langsung menuju ke Kampungan Fakafuku untuk meninjau dermaga tambatan perahu, gedung gereja, Puskesmas Pembantu dan Sekolah Dasar serta sumur air bersih dan MCK yang dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Kegiatan kunjungan ke Distrik Agimuga yang dilakukan Bupati Klemen Tinal merupakan kunjungan pertamanya ke wilayah distrik di Mimika setelah dilantik pada 4 Desember lalu oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu SH.

"Sebagai anak daerah, jujur saya katakan baru pertama kali datang ke Kampung Fakafuku," tutur Bupati Tinal saat tiba di Fakafuku.

Sebagai daerah otonom yang baru sembilan tahun menjadi kabupaten definitif, Pemkab Mimika ke depan akan memfokuskan perhatian pada pembangunan berbagai infrastruktur dasar di tingkat distrik dan kampung-kampung yang jauh dari pusat kota. Berbagai kegiatan tersebut akan dikelola oleh masyarakat sendiri secara swadaya.

Bupati mengakui terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara pembangunan di empat distrik di sekitar Kota Timika dengan delapan distrik lainnya yang berada di wilayah pesisir dan pegunungan.

Dia berharap, masyarakat tidak mempersoalkan terjadinya kondisi tersebut, namun bersama-sama dengan Pemerintah Daerah ke depan mempercepat pembangunan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastuktur yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

"Pemerintah dan DPRD perlu mengambil langkah revolusioner dengan menyiapkan semua fasilitas di tingkat distrik dan kampung-kampung sehingga masyarakat tidak lagi tertumpuk di kota Timika tetapi kembali ke kampung halaman masing-masing," jelas Bupati Tinal.

Ketua DPRD Mimika, Yopi Kilangin, juga menyambut positif program LPMAK yang melibatkan masyarakat setempat untuk membangun berbagai sarana dan prasarana vital yang sangat dibutuhkan.

"Saya membayangkan masyarakat menggali sendiri sumur, plester dengan semen dan membangun MCK. Ini pertanda masyarakat semakin sadar akan hidup sehat dan menghindari diri dari penyakit dan wabah-wabah lainnya," kata Yopi Kilangin sembari meminta masyarakat Distrik Agimuga menjaga serta memelihara berbagai fasilitas yang sudah dibangun.

Kepala Kampung Fakafuku, Ben Motatia, mengungkapkan masyarakat di wilayahnya selama ini rentan terserang wabah diare lantaran mengonsumsi air sungai serta membuang hajat langsung ke sungai.

Ironisnya lagi, kata Motatia, petugas medis tak satupun enggan datang bertugas di Fakafuku.

"Masyarakat tidak tahu petugas kesehatan ada dimana. Dulu sebelum ada Pustu masyarakat mendesak Pemda untuk segera membangun Pustu. Tetapi ternyata setelah dibangun Pustu tidak ada satupun dari tiga petugas medis yang tinggal di Fakafuku," ujarnya.

Warga setempat berharap Bupati Mimika dan Kepala Dinkes-KB segera menempatkan petugas medis tetap di Fakafuku untuk melayani masyarakat setempat. ***8***
(PK-VS/JPR1)
(T.PK-VS/F002/F002)