1.500 peserta ramaikan Hari Aksara Internasional

id hai

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo pada acara peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 53 tingkat provinsi di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis.(8/11). (Foto Antara/ Abd Kadir/18)

Makassar (Antaranews Sulsel)- Sebanyak 1.500 orang peserta ikut meramaikan peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulsel, 6-8 November 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Kamis, mengatakan ribuan peserta itu berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

"Jadi pesertanya itu di antaranya pendidik, pelajar, tenaga pengajar dan lainnya. Seluruh peserta telah berkomitmen dalam membangun kebersamaan dalam pengentasan buta aksara," katanya.

Ia menjelaskan, peringatan HAI yang ke 53 ini menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran karya seni dan hasil kreatifitas, porseni hingga talk show yang fokus memotivasi dan mengembangkan spirit untuk pengentasan buta aksara atau buta huruf di provinsi tersebut.

Terkait pelaksanaan pameran dan porseni, kata dia, sekaligus memberikan ruang bagi tenaga pendidik dan pelajar untuk memperkenalkan apa saja yang telah dicapai.

Adapun tema yang diangkat pada peringatan tahun ini yakni "Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya" sebagai upaya mensosialisasikan pentingnya literasi diantara semua pihak bukan hanya bagi tenaga pendidik.

Menurut dia, kekukuhan dan komitmen dalam bidang pendidikan keaksaraan juga sebagai pondasi kelayakan masyarakat.

"Kita dapat mendukung kiprah dan akuntabilitas lembaga dalam peningkatan program buta aksara di masyarakat," ujarnya.

Penjabat Sekda Sulsel, Ashari F Radjamilo mewakili Gubernur Sulsel mengatakan peringatan HAI pada tahun ini merupakan momentum bagi seluruh pihak untuk membuat langkah nyata dalam pemberantasan buta aksara.

"Jadi seluruh kabupaten kota, mari kita bersama-sama membuat program pengentasan buta aksara di Sulsel. Buta aksara tidak hanya menyangkut baca, tulis dan hitung namun juga harus diperkuat dengan peningkatan budaya masyarakat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar