
Pria Kurang Berminat Ikuti Program MOP

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kaum pria ternyata kurang berminat mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dalam bentuk program Medis Operasi Pria (MOP). Kaum pria lebih tertarik menggunakan kondom.
Hal itu terlihat dari data yang dikemukakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Bantaeng. Dari tiga orang yang menjadi target MOP ternyata hingga kini hasilnya masih nol, kata Sekretaris BKKBN Sulsel Amrullah Hamzah, di Bantaeng, Kamis.
Pada pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK, KB-Kes se Kabupaten Bantaeng yang berlangsung di Gedung Pertiwi, Bantaeng, Amrullah mengatakan, gagal program MOP terutama di kabupaten.
Ia kemudian mengemukakan keberhasilan program untuk KB Laki-laki tersebut di perkotaan yang justru mencapai sasaran. Hingga posisi Oktober, peserta program MOP sudah mencapai 120 orang.
Jumlah tersebut sudah sesuai target. Karena itu, ia optimistis target sebanyak itu akan terlampaui hingga akhir tahun 2009.
Menjawab pertanyaan, Sekretaris BKKBN Sulsel itu mengatakan, salah satu keberhasilan program tersebut adalah adanya kerjasama dengan Perkumpulan Dokter yang menyiapkan klinik khusus.
Klinik yang dikelola dokter khusus yang sudah mendapat pelatihan tersebut memberi pelayanan gratis. Hingga kini, pasien yang mendatangi klinik tersebut mencapai 10-16 orang/minggu.
Khusus pengguna KB Kondom, Amrullah Hamzah mengakui, peminatnya cukup banyak. "Mungkin karena penggunaan kondom juga lebih mudah sehingga kaum pria merasa tidak repot harus ke dokter," urainya.
Ia kemudian memberi gambaran penggunaan kondom di Kabupaten Bantaeng yang mencapai 72,83 persen sebab sasaran selama 2009 sebanyak 1.233 orang, namun hingga kini sudah mencapai 898 orang.
Meski begitu, ia optimistis, jumlah sasaran pengguna kondom hingga akhir tahun dapat mencapai target, urainya.
Ia mengakui, untuk mengaktifkan kaum pria mengikuti program nasional ini, diperlukan sosialisasi yang baik. "Perlu banyak upaya agar kaum pria juga aktif ber-KB. Karena itu, para penyuluh KB harus lebih aktif berperan," tambahnya.
Menurut dia, untuk peserta KB baru (perempuan) yang menggunakan suntik mengalami peningkatan yang cukup pesat. Dari 1.402 yang menjadi sasaran untuk tahun ini, ternyata berhasil mencapai 2.127 peserta (151,71 persen).
Sedang untuk peserta baru yang menggunakan PIL mencapai 1.482 orang dari 1.818 orang yang menjadi sasaran (81,52 persen). Sementara yang menggunakan Implant dari 420 orang sasaran berhasil mencapai 281 orang (66,90 persen).
Pengguna IUD yang ditarget 72 orang, berhasil mencapai sasaran 12 orang (16,67 persen). Keberhasilan tersebut, jelas Amrullah Hamzah merupakan hasil kerjasama lintas sektor bersama seluruh lapisan masyarakat, tuturnya.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
