Logo Header Antaranews Makassar

Pasangan Nur Parantean/Aspar Menguat di Lutim

Senin, 1 Maret 2010 17:54 WIB
Image Print

Malili, Lutim (ANTARA News) - Pasangan Muh Nur Parantean/Aspar Sapar yang akan maju sebagai bakal calon bupati Luwu Timur (Lutim) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pilkada 23 Juni 2010 semakin menguat.

Duet Nur Parantean/Aspar kini terus menggalang dukungan dari masyarakat Lutim di sejumlah kecamatan hingga ke pelosok desa sebagai basis massa yang akan memenangkan pasangan ini di Pilkada mendatang, kata Gazali, salah seorang tim pemenangan pasangan ini di Malili, Senin.

Pasangan Nur Parantean/Aspar telah solid untuk maju bertarung di Pilkada Lutim dan mengklaim memiliki simpul suara di sejumlah wilayah kecamatan antara lain Mangkutana, Tomoni, Burau dan Wawondula.

Dengan dukungan warga di wilayah itu serta simpatisan dari masyarakar setempat, duet Nur Parantean/Aspar semakin yakin mampu memenangi Pilkada Lutim dan menjadi pasangan yang didambakan masyarakat memimpin Kabupaten Luwu Timur pada periode 2010-2015.

Nur Parantean kini menjabat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Ia maju bertarung di Pilkada karena terpanggil untuk kembali membangun Luwu Timur dan merupakan keinginan masyarakat Lutim di Bumi Sawerigading, Tanah Luwu.

Duet Nur Parantean/Aspar Sapar diusung sejumlah partai pendukung yakni PKPB, PPPI, Kedaulatan, PKPI, PIB, PPI, PNI Marhaen, PDP, PKP, Pelopor, PDS, PNBK, Patriot, PKDI, PIS dan Partai Buruh.

Selain duet Muh Nur Parantean/Aspar, pasangan lainnya yang juga maju sebagai balon bupati yakni 'incumbent' Andi Hatta berpasangan dengan Toriq Husler, pasangan Saldy Mansyur/A.Asrul, Umar Ranggo/Ilham Labbase dan Nur Husain/Madjid Tahir.

Dua pasangan ganda yang diusung Partai Demokrat yakni duet Saldy Mansyur/A Asrul dan pasangan Nur Husain/Madjid Tahir masih bermasalah, sehingga KPU setempat belum memastikan pasangan mana yang akan lolos verifikasi di KPU yang akan maju sebagai balon bupati di Pilkada Lutim. (T.S016/R007)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026