
Bantaeng Tanam 154.015 Pohon

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, berhasil menanam 154.015 pohon yang tersebar di 67 desa di delapan kecamatan, Senin.
Penanaman pohon di pusatkan di Cekdam Balang Sikuyu sebanyak 7.000 pohon jenis mahoni, sedang di tempat lainnya, ditanam sengon, gemelina, tanaman produktif seperti kakao, kopi, cengkeh serta tanaman multi lainnya.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah menyambut baik kesediaan masyarakat, termasuk Warga Peduli Lingkungan (Wapel) yang memberi dukungan terhadap penanaman pohon tersebut.
Meski penanaman ini bukan kali pertama karena sudah dilakukan program Sabtu menanam sejak Nurdin memimpin Bantaeng, namun ia berharap konsistensi dari semua pihak untuk memelihara pohon yangsudah ditanam tersebut.
"Menanam itu mudah, namun peliharanya diharapkan konsisten dari semua pihak agar pohon yang ditanam tersebut bisa tumbuh sesuai harapan," pintanya.
Bupati Bantaeng mengatakan, hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia bersama hutan yang ada di Brasil. Bila tidak dipelihara maka akan menjadi ancaman kita semua, terutama warga Kota Bantaeng.
"Ketika hutan habis dan hujan turun ditambah air pasang, maka Bantaeng akan tenggelam. Karena itu, mari kita jaga hutan kita dan mengembalikan sesuai fungsinya," ujarnya.
Menurut dia, salah satu penyangga yang dibuat Pemda adalah dengan membangun cekdam. Pembangunan ini dilakukan tepat pada alur delapan sungai yang sering memasok air dan menjadi penyebab banjir di Kota Bantaeng.
Melalui cekdam ini, tak hanya mencegah banjir, tapi juga berfungsi sebagai cadangan air pada musim kemarau dan menjadi sumber ikan air tawar, sekaligus berfungsi sebagai tempat rekreasi.
Sebelumnya, Ketua Panitia Syamsurijal melaporkan, kegiatan penanaman pohon juga akan disertai penebaran bibit ikan serta transplantasi karang yang serentak dilakukan di Sulsel dan dipusatkan di Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini, lanjutnya, bertujuan sebagai hutan tangkapan hujan. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
