
Warga Bantaran Sungai Mamuju Diminta Waspadai Banjir

Mamuju (ANTARA News) - Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diminta untuk mewaspadai musibah banjir, menyusul intensitas curah hujan dalam sepekan terbilang tinggi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mamuju, Daud Yahya, di Mamuju, Jumat, mengatakan, tingkat curah hujan yang semakin tinggi sejak sepekan terakhir berpotensi menimbulkan bencana banjir.
"Jika intensitas hujan di Mamuju meninggi, maka bahaya banjir akan semakin besar," ucapnya.
Dia menuturkan, jarak aman untuk tempat tinggal di wilayah bantaran sungai adalah minimal 10 meter dari daerah aliran sungai.
Pada beberapa lokasi bantaran sungai, lanjut Daud, jarak aman minimal bisa mencapai 20 meter, namun, kenyataannya masyarakat tetap nekad bermukim di sepanjang bibir sungai itu.
"Masyarakat yang tinggal di seputaran bantaran sungai rawan terhadap bencana saat musim penghujan tiba," terangnya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan titik-titik terjadinya musibah bencana khususnya bencana banjir dan longsor di Mamuju cukup banyak yang diperkirakan terdapat sedikitnya 10 titik rawan banjir, sedangkan untuk bencana longsor juga terdapat sekitar 15 titik yang tersebar pada 16 kecamatan di wilayah ini.
"Secara geografis menunjukkan bahwa kondisi wilayah Mamuju sangat rentang menimbulkan bencana alam baik bencana yang terjadi di daratan, maupun bencana yang terjadi di lautan," ungkapnya.
Maka dari itu, kata Daud, sebelum terjadi bencana alam, maka sudah barang tentu harus meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan pepatah "Siapkan payung sebelum hujan".
"Bencana alam yang terjadi itu sudah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan tak satu pun manusia yang bisa mengetahuinya," jelasnya.
Ia mengatakan, bencana alam yang terjadi selama ini umumnya karena dipicu faktor alam dan campur tangan manusia itu sendiri yang melakukan pengrusakan alam.
"Bencana kerusakan yang disebabkan campur tangan manusia lebih dahsyat. Misalnya perambahan hutan, kerusakan vegetasi hutan pinggir pantai," katanya. (T.KR-ACO/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
