Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Polman Diminta Bantu Korban Puting Beliung

Kamis, 27 Oktober 2011 06:11 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar membantu korban puting beliung dengan membangun rumah mereka yang rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Provinsi Sulbar,Rusdi Syah di Mamuju, Kamis mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar sudah melakukan koordinas dengan Pemkab Polman terkait bencana angin puting beliung yang melanda Desa Lapeo, Parappe, Kenje, dan Kelurahan Pappang Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman.

Ia mengatakan, dari hasil koordinasi itu Pemprov Sulbar telah meminta kepada pemerintah di Polman untuk segera membangunkan rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman.

"Pemkab Polman berjanji akan bersedia memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah masyarakat yang rusak akibat puting beliung dengan memberikan bantuan dana bervariasi yaitu antara satu juta sampai dua juta rupiah berdasarkan nilai kerusakan rumah yang dialami masyarakat yang menjadi korban,"katanya.

Menurut dia, bencana puting beliung di Kabupaten Polman telah mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan berat sementara sekitar 70 unit lainnya mengalami rusak ringan.

Ia membantah jumlah rumah rusak yang diterpa angin puting beliung mencapai ratusan seperti yang diberitakan sejumlah media.

"Bencana angin puting beliung di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman terjadi dua kali berturut-turut yaitu pada 22 Oktober dan 24 Oktober 2011.

Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar telah menyalurkan bantuan kebutuhan pangan diantaranya satu ton beras, mie instan, ikan kaleng, dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya.

"Bantuan itu disalurkan melalui posko penanggulangan bencana angin puting beliung di Kecamatan Campalagian yang telah dibentuk pemerintah di Sulbar melalui BPB dan Dinas Sosial Provinsi Sulbar,"katanya.

Ia mengatakan, korban puting beliung yang rumahnya hancur dan tidak bisa lagi difungsikan sebagai tempat tinggal kini masih berada dipengungsian dengan menempati rumah keluarga dan tetangga. (T.KR-MFH/M019)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026