
Dokter Jepang Bakti Sosial di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 13 orang dokter spesialis bedah mulut dan rahang (Maksilofasial) serta dokter anastesi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Japan Cleft Foundation (JCF ) melakukan bakti sosial di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu.
Bakti sosial yang merupakan kali kedua setelah kegiatan yang sama pada November 2009 bertujuan membantu masyarakat penderita penyakit celah bibir (bibir sumbing).
Dalam melakukan kegiatannya itu, para dokter ahli dari Negeri Sakura tersebut juga melibatkan mitranya dari Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit (YPPCBL) Universitas Pajajaran, Bandung, Celebes Cleft Center Universitas Hasanuddin Makassar, serta tim dari RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.
Ketua Panitia dr Hikmawaty melaporkan, tim dari Jepang berjumlah 13 orang dokter, Bandung (12), dan tim dari Unhas Makassar (3). Para tim ahli tersebut akan menangani 37 penderita celah bibir.
Para penderita tersebut berasal dari Bulukumba 12 orang, Jeneponto enam orang, Takalar satu orang, Gowa dua orang dan Bantaeng 16 orang, ujar Hikmawaty yang menyebutkan tim bekerja 28-31 Juli 2010 dan dipusatkan di rumah sakit umum Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.
Ketua Tim JCF Prof Noguchi Makoto mengatakan, kerjasama terkait antarnegara ini dimaksudkn membantu penderita celah bibir agar memiliki kepercayaan diri karena penanganannya dilakukan langsung oleh tenaga berpengalaman dalam operasi bibir sumbing dan langit-langit.
Wakil Bupati Kabupaten Bantaeng HA Asli Mustadjab yang menerima tim tersebut menyambut baik ketulusan para tenaga ahli melakukan bakti sosial penanggulangan bibir sumbing dan langit-langit di daerah ini.
Dia berharap, hubungan baik antara tenaga ahli dari Jepang, Bandung dan Unhas Makassar terus ditingkatkan untuk membantu masyarakat kurang beruntung, terutama terhadap penderita celah bibir dan langit-langit.
"Pemda Bantaeng senantiasa merespon setiap kegiatan yang akan membawa perbaikan terhadap masyarakat," ucapnya. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
