Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melengkapi ruangan Infection Center (IC) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat dengan fasilitas hotel bintang lima.
Ruangan itu diresmikan oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah bersama Forkopimda Sulsel di RSUD Sayang Rakyat Makassar, Senin bersamaan dengan peresmian ruang IC di RSKD Dadi.
Kedua ruangan dari dua rumah sakit tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang teridentifikasi COVID-19.
Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan masyarakat Sulsel tidak perlu khawatir dengan kualitas dan keadaan ruangan isolasi ini sebab sudah dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang lima.
"Masyarakat Sulsel nggak usah khawatir, kita mendapatkan satu ruang isolasi yang sangat representatif dan ini juga kita lihat dilengkapi dengan WIFI dan TV. Jadi nggak ada lagi alasan untuk tidak melakukan isolasi bagi masyarakat yang bermasalah, terutama yang ODP, OTG dan PDP," jelasnya.
Meski demikian, Nurdin Abdullah berharap dengan bertambahnya fasilitas khusus IC ini tidak digunakan bagi pasien COVID-19 karena Sulsel mengalami trend yang bagus tingkat kesembuhannya.
Sementara itu, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Kesehatan, Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M mengemukakan bahwa Sulsel memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang kesehatan.
Adapun SDM khusus rumah sakit IC adalah 10 dokter ahli paru, 15 dokter anastesi,10 dokter ahli gizi, 10 dokter labolatorium, 13 dokter analisis laboratorium dan dua dokter penyakit dalam beserta enam tim manajemen disaster.
Sementara untuk kebutuhan ventilator pada penanganan pasien COVID-19, RSUD Sayang Rakyat dibekali 10 ventilator dan RSKD Dadi Sulsel memiliki 12 ventilator.
"Kita sangat siap sekarang, apalagi dengan SDM kita sudah siap," kata Prof Budu.

