Logo Header Antaranews Makassar

Devisit Anggaran Pinrang Akibat Warisan APBD 2009

Jumat, 20 Agustus 2010 22:30 WIB
Image Print

Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Pinrang, Sulawesi Selatan, H Andi Aslam Patonangi SH M.Si berpendapat kalau devisit anggaran yang terjadi tahun ini di Kabupaten Pinrang akibat warisan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2009.

"APBD 2009 yang diterima sudah dalam keadaan sakit lantaran bobroknya penyusunan anggaran yang ambisius dan asal asalan, "katanya di Pinrang, Jumat.

Ketika dilantik sebagai Bupati, sudah ada selisih belanja dan pendapatan Rp31 miliar, sehingga Pemerintah Kabupaten Pinrang harus menimbun utang di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp27 miliar, katanya.

Andi Aslam bahkan mengklaim, pada 2010, keuangan daerah Kabupaten Pinrang mengalami surplus Rp4 miliar. Jadi menurut dia, pihaknya tidak perlu berkomentar terkait ribut-ribut soal devisit APBD 2009.

Namun karena sudah menjadi konsekuensi selaku pimpinan daerah, devisit anggaran tersebut tetap menjadi tanggung jawab pemerintahannya.

Saat ini, pihaknya berupaya menyelamatkan APBD 2010 dengan melakukan penataan keuangan diantaranya dengan cara melakukan penghematan, penggunaan anggaran secara efektif dan efesien hingga menata jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang diyakini sebagai salah satu faktor kuat membengkaknya APBD.

"Penataan keuangan kami lakukan untuk menekan pengeluaran yang tidak penting. Termasuk menekan jumlah PNS dengan menerapkan sistem pengrekrutan "zero groute", yakni penerimaan pegawai hanya untuk mengisi formasi yang lowong dari yang pensiun atau berhenti," kata Andi Aslam.

Andi Aslam menyebutkan, salah satu penghematan yang mendapat kontrol langsung pihaknya yakni perjalanan dinas para pejabat eselon III dan IV. Dimana surat tugas perjalanan dinasnya, melintas kabupaten kita sebelah sekalipun, harus atas persetujuan yang ditandatangani bupati.

Dengan demikian, ada batasan perjalanan dinas pejabat eselon III dan IV sehingga pengeluaran anggaran perjalanan bisa lebih ditekan.

Bahkan, kata Andi Aslam lagi, setiap melakukan perjalanan dinas keluar daerah, pihaknya tidak sekali pun mengikut sertakan ajudan, yang seharusnya mendampingi ketika melakukan perjalan luar
daerah. Hal tersebut merupakan sikap pamong yang ditunjukkan kepada para aparaturnya agar ikut melakukan penghematan.

"Perjalanan ke luar negeri hingga umroh pun saya menggunakan dana pribadi. Karena di anggaran daerah, memang tak ada pos anggaran untuk itu. Penataan keuangan kami harapkan bisa mempercepat penyehatan APBD dengan menerapkan penggunaan anggaran yang efektif dan efesien," tandasnya. (T.PSO-098/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026