Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab siap manfaatkan Geopark Maros Pangkep tarik wisatawan mancanegara

Kamis, 17 September 2020 20:06 WIB
Image Print
Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah saat menerima kunjungan Badan Pengelola Geopark Nasional Maros Pangkep.ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel
Kami juga berkomitmen menjaga kelestarian situs budaya yang ada di kawasan Geopark Maros Pangkep

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersiap memanfaatkan Geopark Maros Pangkep saat dinobatkan menjadi Global Geopark oleh UNESCO.

Kepala Dinas Pariwisata Pangkep Ahmad Djaman dikonfirmasi dari Makassar, Kamis, mengatakan Kawasan Geopark Maros Pangkep ini dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian situs budaya dan kepariwisataan.

"Jadi Global Geopark itu bisa berbeda jika statusnya warisan dunia. Global geopark ini bisa dimanfaatkan seperti penelitian situs budaya dan dari sektor pariwisatanya," kata dia

Ia menjelaskan, jika sudah masuk global geopark oleh UNESCO, maka tentunya akan lebih mudah dalam menggaet wisatawan mancanegara.

Sebab Badan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) akan mempublikasikan daerah tersebut di situs resmi yang tentunya dapat dilihat oleh masyarakat di penjuru dunia.

"Kami juga berkomitmen menjaga kelestarian situs budaya yang ada di kawasan Geopark Maros Pangkep," ujarnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah, mendukung penuh Geopark Maros Pangkep menuju pariwisata dunia.

"Geopark ini adalah bagaimana memuliakan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itulah misi Geopark sebenarnya," sebutnya.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur bisa dilakukan, tapi yang paling penting harus dijaga adalah bagaimana tetap menjaga keaslian situs budaya dan kearifan lokalnya.

"Geopark Maros Pangkep ini sangat banyak destinasinya. Makanya saya bilang ini harus betul-betul dijaga keaslian dan kearifan lokalnya. Jangan sampai karena kita membangun kawasan wisata tapi mengubah fungsi," urainya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026