
Meraih Hari Esok Dengan Minum Susu

Makassar (ANTARA News) - Semboyan "Empat Sehat Lima Sempurna" tidak lagi menjadi kalimat asing bagi siswa di bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Semboyan itu kerap diperkenalkan guru sekolah saat mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
Lima komponen bahan makanan yang ideal dibutuhkan anggota tubuh agar sehat yakni protein, karbohidrat, lemak dan aneka vitamin, termasuk zat besi dan mineral.
Dari lima prinsip asupan gizi atau makanan yang sehat dan berimbang itu, komponen kelima adalah susu.
"Susu merupakan sumber nutrisi terbaik, tidak hanya mengandung kalsium yang tinggi untuk tulang, namun juga mengandung lima gizi utama yang dibutuhkan tubuh," kata spesialis gizi klinis dr Samuel Oetoro.
Dia mengatakan, kelima gizi utama tersebut adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Dengan demikian, lanjut dia, susu berperan penting untuk tumbuh kembang anak yang optimal, serta untuk kesehatan dan vitalitas tubuh manusia di segala usia.
Sayangnya, tidak semua keluarga mampu menyiapkan susu untuk dikonsumsi setiap hari oleh anggota keluarganya. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat kemampuan ekonomi dan pola makan suatu keluarga.
Kondisi tersebut menyebabkan konsumsi susu di Indonesia tercatat paling rendah di Asia Tenggara yakni sekitar 11,7 liter per tahun per kapita atau berada dibawah Malaysia dengan 30 liter per tahun perkapita dan Vietnam sebanyak 12 liter per kapita per tahun.
Data 2009 pun melansir posisi Indonesia yang masih berada pada urutan ke-111 dari 182 negara dalam Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Salah satu penyebabnya karena kita menghadapi begitu banyak masalah kesehatan terkait gizi kurang, bahkan gizi lebih,"
kata Samuel.
Berkaitan dengan upaya perbaikan gizi generasi muda yang tersebar di 33 provinsi ini, Frisian Flag Indonesia (FFI) sebagai produsen susu tertua di Indonesia, mengajak masyarakat untuk mengonsumsi susu sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari.
"Sejak kehadiran FFI pada 1922, kami berkomitmen menyediakan produk bergizi terbaik bagi seluruh keluarga melalui tiga varian produknya yakni susu kental manis, bubuk dan cair," kata Trade Marketing Director FFI Hendro H Poedjono di sela-sela peluncuran logo baru FFI di Makassar, awal pekan ini.
Menurut dia, sebagai anak perusahaan Friesland Campina di Belanda, perusahaan susu yang berbasis di Jakarta itu terus berupaya menemukan berbagai manfaat susu dan mengembangkan produk-produk susunya.
Kini diusianya yang ke-88 tahun, lanjut dia, FFI dengan brand barunya menggencarkan kampanye "Raih Esokmu" yang bertujuan mendukung masyarakat Indonesia meraih hari esok yang lebih baik melalui penyediaan berbagai produk nutrisi berkualitas tinggi dan berstandar internasional.
"FFI percaya bahwa untuk mencetak generasi yang cerdas dan handal dapat diraih melalui nutrisi dan pendidikan, karena itu
pihak manajemen mendukung berbagai program pendidikan untuk anak, orang tua dan tenaga kesehatan profesional," katanya.
Minum Susu di Sekolah
Menyadari pentingnya mengonsumsi susu untuk perbaikan status gizi generasi muda, Pemerintah Kota Makassar misalnya, di penghujung 2010 melalui Dinas Kesehatan Makassar membuat program minum susu di sekolah.
"Program ini kami prioritaskan untuk sekolah dasar yang didominasi oleh siswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dan diyakini orang tuanya tidak mampu menyediakan susu di rumah," kata dr Naisyah tun Asikin.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Makassar tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran Rp532 miliar.
Dia mengatakan, dana tersebut dipergunakan selama dua bulan dengan sasaran siswa yang berasal dari sekitar 62 ribu Rumah Tangga Miskin (RTM) yang tersebar di 14 kecamatan di Makassar.
"Setiap siswa memperoleh tiga jenis asupan yakni susu, telur dan madu. Melalui program ini diharapkan, masing-masing siswa sudah bertambah berat badannya setelah dua bulan," ujarnya.
Mengenai hubungan antara nutrisi dan pertumbuhan anak, Samuel mengatakan, nutrisi akan mempengaruhi berat dan tinggi badan seseorang.
Dia mengatakan, di Indonesia kecukupan nutrisi sudah lumayan, artinya ada perbaikan gizi, namun angka kurang gizinya juga masih tinggi, dalam hal ini masih tercatat sekitar 17,9 persen berstatus kurang gizi yang kemudian mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan.
"Masih ada sekitar 35,6 persen anak yang pendek yang sebagian besar karena terlahir dengan berat badan di bawah normal sebagai dampak dari ibu yang ketika hamil, makannya tidak berkualitas," katanya.
Karena itu, lanjut dia, minum susu juga sangat dianjurkan bagi ibu hamil dan yang sedang menyusui. Jadi, minum susu bukan hanya penting untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan atau mereka yang berstatus lanjut usia.
Untuk meraih target Indonesia mencapai Millenium Development Goals (MGDs) pada 2015, wajarlah jika FFI selaku produsen susu tertua di negara ini berkomitmen membantu masyarakat meraih hari esok yang lebih baik melalui penyediaan produk susu yang kaya nutrisi.
(T.S036/J006)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
