
Program MGC Menjadi Dasar Menuju Kota Dunia

Makassar (ANTARA News) - Salah satu program Pemerintah Kota Makassar sesuai visi misi "menuju kota dunia dengan berlandaskan kearifan lokal" yakni dengan program Makassar Green and Clean (MGC) yang telah dicanangkan.
"Kalau MGC mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Makassar, maka lorong-lorong dan perkampungan yang tadinya kumuh akan berubah menjadi kampung sehat dan bersih. Ini menjadi dasar bagi kita untuk mewujudkan Makassar sebagai Kota dunia," jelas Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur di Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, program yang dicanangkan sejak Juni 2008 lalu itu berhasil mengubah pola pikir masyarakat sehingga meskipun program itu sudah tidak ada lagi, masyarakat sudah sadar akan kebersihan lingkungan.
Diungkapkannya, Makassar Green and Clean (MGC) adalah salah satu program lingkungan yang berhasil melanjutkan keinginan warga Makassar untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Kalau Green and Clean bisa diterapkan pada setiap pribadi warga, maka Makassar tidak akan punya masalah sampah lagi, bahkan akan banyak pihak meyakini melalui MGC Makassar mampu meraih Adipura yang merupakan sebuah supremasi kebersihan yang telah lama dinantikan di kota ini," ujarnya.
Setelah berdirinya program MGC, gerakan ini telah tumbuh pesat di Makassar. Gerakan itu kembali melanjutkan semangat posisi Gerakan Makassar Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah Kota Makassar pada 2004.
Hingga kini MGC telah merambah di 143 kelurahan dan 900 RW di Kota Makassar, dimana seluruh program yang telah dicanangkan di Makassar berusaha membangun kembali kesan positif masyarakat tentang MGC.
Program ini diyakini mampu menghapus kesan buruk Makassar sebagai kota jorok sehingga penghargaan Adipura kembali bisa diraih.
"Kehadiran MGC sejak 2008 lalu berdampak positif bagi perkembangan Kota Makassar sehingga Makassar bisa menjadi kota yang lebih baik," ucapnya.(T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
