Logo Header Antaranews Makassar

Mahasiswa Unasman Desak Kasus Sofyan Diusut Tuntas

Kamis, 17 Februari 2011 14:44 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Mahasiswa Universitas Al Asyariah Kabupaten Polewali Mandar (Unasman) Sulawesi Barat mendesak agar kasus meninggalnya Sofyan (27) yang menjadi korban bentrokan antara aparat keamanan dan mahasiswa di Unasman diusut tuntas.

Koordinator Lapangan Mahasiswa Unasman, Munawir Arifin, di Mamuju, Kamis, mengatakan, civitas akademika Unasman yakni dosen dan mahasiswa berencana akan melakukan aksi unjuk rasa ke Pengadilan Negeri Polewali Mandar dan Kantor Polres Polewali Mandar.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan civitas akademika Unasman pada 17-18 Februari 2011 tersebut, dalam rangka meminta agar kasus meninggalnya Sofyan korban penembakan diduga aparat kepolisian, dapat diusut secara tuntas.

Menurut dia, aksi tersebut juga bertujuan untuk meminta agar eksekusi kampus Unasman dapat dihentikan karena dianggap mencederai rasa keadilan rakyat.

Selain itu mendesak Kapolri segera mencopot Kapolres Polman dari jabatannya karena dianggap paling bertanggung jawab atas bentrokan di kampus Unasman yang mengakibatkan Sofyan meninggal dunia.

"Aksi tersebut juga untuk mendesak Kapolri mencopot Kapolda Sulselbar yang tidak professional dan terkesan memperlambat dalam menjalankan pengusutan tertembaknya Sofyan karena belum dapat menetapkan dan mengadili para pelaku penembakan dan tewasnya Sofyan," katanya.

Pihaknya juga mendesak Komnas HAM turun tangan mengusut tuntas bentrokan antara mahasiswa dan aparat di Polman yang mengakibatkan Sofyan yang juga dosen Unasman dan sejumlah mahasiswa terluka.

Sebelumnya Sofyan meninggal dunia sekitar pukul 11.40 Wita, Senin (14/2) setelah menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis akibat terkena peluru yang diduga milik aparat kepolisian di leher kirinya, di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Almarhum Sofyan, dosen ilmu komunikasi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Fisip) Unasman diduga terkena peluru aparat polisi saat bentrokan antara mahasiswa Unasman dan Polisi akibat sengketa lahan di kampus Unasman.

Sengketa kampus Unasman sendiri terjadi karena dua yayasan memperebutkan kepemilikan kampus itu yakni Yayasan Al-Asyariah (Unasman) yang dipimpin keluarga Prof Dr Sahabuddin dengan Yayasan Darut Tauhid Walirsyad (DDI) yang dipimpin Prof Dr Muiz Kabry.

Sofyan yang meninggalkan istri yang hamil muda serta dua orang anak telah dimakamkan keluarganya di pekuburan Umum Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polman, Selasa (15/1) sekitar pukul 12.30 Wita dan dihadiri ribuan orang terdiri dari keluarga korban, civitas akademika kampus Unasman, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Polman dan masyarakat di Kecamatan Polewali. (T.KR-MFH/D009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026