
Kapal Feri Mulai Beroperasi Kembali

Kupang (ANTARA News) - Kapal-kapal feri, Rabu mulai beroperasi kembali ke berbagai lintasan dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah selama lebih dari sepekan berhenti beroperasi karena tingginya gelombang laut di perairan wilayah itu.
"Mulai hari ini, kita mulai buka kembali pelayaran ke semua lintasan. Pelayaran pagi ini dengan rute Kupang-Pantai Baru Rote Ndao," kata Manajer Operasional PT Indonesia Ferry Cabang Kupang, Arnold Yansen di Kupang, Rabu.
Khusus untuk ke Pulau Rote, dia mengatakan, pihaknya memberangkatkan dua kapal feri dengan pertimbangan semua kendaraan yang masih tertahan di pelabuhan selama lebih dari sepekan terakhir bisa diangkut seluruhnya.
Paling tidak, pada Kamis (3/3), semua kendaraan yang mengangkut sembilan bahan pokok sudah bisa diangkut, paparnya.
Dia mengemukakan, walaupun pelayaran sudah mulai dibuka kembali, para nahkoda kapal tetap diperingatkan untuk tidak memaksakan kehendak untuk melanjutkan perjalanan ke rute tujuan, jika perairan laut tidak memungkinkan.
Apalagi, perkiraan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), perairan laut NTT masih belum terlalu nyaman untuk keselamatan pelayaran, terutama pada lintasan-lintasan tertentu seperti di Laut Sawu.
"Kita tetap mengutamakan keselamatan dalam pelayaran. Kalau gelombang laut tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, nahkoda pasti akan kembali ke pelabuhan asal," ucapnya.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Saiful Hadi secara terpisah mengatakan, wilayah perairan laut NTT saat ini masih berbahaya untuk keselamatan pelayaran.
Indikasi berbahaya itu dilihat dari tinggi gelombang laut di Laut Sawu dan perairan Selatan Sumbawa masih berkisar antara 3,0-5,0 meter.
"Gelombang di perairan NTT masih sangat tinggi dan berbahaya bagi keselamatan pelayaran untuk beberapa hari ke depan, sehingga perlu diwaspadai," tuturnya, menambahkan.
Dia menjelaskan, pergerakan gelombang di Selat Rote dan Laut Arafuru antara 3-4 meter dan perairan laut lain di wilayah NTT pada kisaran 2,5-3,5 meter.
"Diperkirakan dua hari ke depan ini, gelombang laut mulai normal (1,5-2,0 meter)," katanya.
Arnold Yansen menambahkan, setelah mempelajari laporan cuaca di perairan dari BMG, pihaknya memperbolehkan kapal-kapal mulai beroperasi kembali dengan tetap waspada.
Artinya, jika gelombang di perairan laut tidak memungkinkan kapal untuk terus belayar, maka kapal bisa kembali ke pelabuhan asal sambil menunggu perkembangan lebih lanjut, ujarnya.
(T.B017/C004)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
