Logo Header Antaranews Makassar

Indonesia Perlu Tingkatkan Pertumbuhan Sektor Tersier

Sabtu, 19 Maret 2011 14:21 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Indonesia perlu semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor tersier untuk dapat setara dengan perekonomian negara-negara maju.

Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Sondang Anggraini, di Makassar, Sabtu, mengatakan, dalam hal ini perdagangan jasa memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian.

Menurutnya, peranan sektor jasa di negara maju telah mencapai 70 persen lebih dari Gross Domestic Product (GDP), dan rata-rata di negara "emerging market" telah mencapai 60 persen.

"Indonesia sendiri, peranan sektor jasa hingga saat ini telah mencapai sebesar 40 persen, sehingga masih perlu ditingkatkan untuk bisa setara dengan negara maju," ucapnya.

Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa perubahan struktur ekonomi menjadi sebuah negara maju bisa diwujudkan bila sektor-sektor utama tumbuh, yaitu sektor primer sebsar 7,8 persen hingga 8,3 persen per tahun, sekunder sebesar 12,6 persen hingga 13,1 persen per tahun, dan sektor tersier sebesar 13,4 persen hingga 13,9 persen per tahun.

Sektor tersier merupakan sektor ekonomi yang bertumpu pada nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan informasi, daya cipta, organisasi dan koordinasi antarmanusia dan tidak memproduksi dalam bentuk fisik melainkan dalam bentuk jasa.

"Sektor ini meliputi lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran, angkutan, komunikasi, keuangan dan jasa-jasa," tuturnya.(T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026