
Bupati Bantaeng : Hindari Program Angan-Angan

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam berbagai perencanaan, mulai dari tingkat desa hingga Kabupaten untuk menghindari pembuatan program angan-angan.
"Hindari program angan-angan yang tidak jelas sebab masyarakat membutuhkan kepastian," tegasnya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembang) 2011 yang dilangsungkan di gedung DPRD Bantaeng, Minggu.
Kegiatan yang, diikuti 250 peserta utusan tokoh masyarakat, mahasiswa, LSM, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), anggota DPRD Bantaeng dan Perbankan di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini juga dihadiri Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sulsel Ir Arifin, mantan Ketua DPRD Bantaeng yang juga anggota DPRD Sulsel Sugiarti Mangunkarim, Ketua DPRD Bantaeng Novrita Langgara serta para pimpinan dewan lainnya, dan unsur Muspida lainnya.
Menurut Bupati, untuk membangun daerah, diperlukan pemikiran cemerlang dan kreatif agar menghasilkan program yang betul-betul dibutuhkan masyarakat.
Karena itulah, Pemkab memberi priroritas terhadap pembangunan desa. "Kita membangun dari desa karena di desalah potensi itu tersedia, namun harus bisa digerakkan," urainya.
Salah satu wujudnya, desa kini sudah mampu merencanakan kebutuhannya dalam bentuk APBD desa. Dengan begitu, Pemda tinggal memberi dorongan agar mandiri.
Bupati optimistis pergerakan yang dimulai dari desa tersebut akan mampu membangun daerah seperti yang diharapkan. Ia kemudian memberi gambaran produksi masyarakat yang membutuhkan pasar.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang akan berperan pada pra hingga pascapanen akan mencegah terjadinya praktek rentenir dan ijon. "Sebenarnya banyak usaha masyarakat yang layak didanai perbankan, tapi ada faktor ketidaktahuan," ujarnya.
Untuk itu, Bupati berharap Bumdes berperan menjadi penyangga produksi bekerjasama Sistem Resi Gudang (SRG). Pada saat terjadi over produksi, SRG berperan meningkatkan kualitas produksi dan pada saat itu, petani sudah bisa mengambil dananya pada BRI yang menjadi mitra Pemda.
Menurut Bupati, pada saat gudang SRG penuh, dapat dilakukan lelang komoditas sehingga semua produksi petani akan terpasarkan.
Meski begitu, untuk menunjang produksi, Bupati mengingatkan masyarakat agar membantu Dinas Kehutanan dalam menjaga hutan dan pepohonan karena pohon merupakan sumber air utama.
Khusus untuk 2000 Ha areal persawahan tadah hujan di Pa'jukukang dan Gantarangkeke, Bupati menyebut Dam Batu Massong yang akan menjadi sumber airnya.
"Kita manfaatkan air dari Dam Batu Massong untuk mengairi 2.000 Ha sawah tadah hujan di Pajukukang dan Gantarangkeke," ujarnya seraya mengatakan, bila areal tersebut sudah teraliri air, maka sawah sudah bisa berproduksi tiga kali setahun, urainya.(T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
